CEK FAKTA: Hoaks Surat Penerimaan PJLP Sudinsos Jaksel Harus Bisa Ngaji dan Salat

Senin, 9 November 2020 13:54 Reporter : Syifa Hanifah
CEK FAKTA: Hoaks Surat Penerimaan PJLP Sudinsos Jaksel Harus Bisa Ngaji dan Salat Hoaks Surat Penerimaan PJLP Sudinsos Jaksel Harus Bisa Ngaji dan Salat. ©jala hoaks

Merdeka.com - Beredar Surat Pengumuman Penerimaan Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) Suku Dinas Sosial (Sudinsos) Kota Administrasi Jakarta Selatan Tahun 2021.

Pada surat tertulis syarat-syarat penerimaan antara lain bisa membaca Alquran dan menjalankan ibadah salat lima waktu.

Tertulis juga calon PJLP akan ditugaskan untuk Satuan Tugas Pelayanan Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S), dan Petugas Sosial Kesiapsiagaan Bencana (PSKB).

Penelusuran

Suku Dinas Sosial Jaksel mengklarifikasi surat tersebut. Kepala Seksi (Kasi) Rehabilitasi dan Pemberdayaan Sosial Sudinsos Jakarta Selatan Anshori membantah pihaknya menerbitkan surat seperti yang beredar.

Dilansir dari Detik.com berjudul "Beredar Surat Penerimaan PJLP Harus Bisa Ngaji, Sudinsos Jaksel: Tak Benar!" Anshori menjelaskan bukti bahwa surat tersebut hoax. Buktinya, sebut dia, tidak ada nomor surat.

"Itu tak benar. Seperti itulah (hoax). Kan itu tak ada nomor" ujar Anshori saat dimintai konfirmasi.

Selain itu dilansir dari Jakarta Lawan Hoaks atau Jala Hoaks, berdasarkan hasil koordinasi Tim JalaHoaks dengan Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta (06/11/2020), disampaikan klarifikasi bahwa draft surat pengumuman penerimaan PJLP dari Suku Dinas Sosial Kota Administrasi Jakarta Selatan yang beredar tersebut adalah hoaks.

hoaks surat penerimaan pjlp sudinsos jaksel harus bisa ngaji dan salat
©jala hoaks

Faktanya, draft surat tersebut tidak valid karena belum bertandatangan pejabat berwenang dan diduga disebarluaskan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Kesimpulan

Surat Pengumuman Penerimaan PJLP Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan dengan syarat harus bisa membaca Alquran dan salat lima waktu tidak benar atau hoaks. Faktanya, draft surat tersebut tidak valid karena belum bertandatangan pejabat berwenang dan diduga disebarluaskan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini