CEK FAKTA: Hoaks Soal Insentif Tenaga Medis Hanya Omong Kosong

Kamis, 30 Juli 2020 16:34 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
CEK FAKTA: Hoaks Soal Insentif Tenaga Medis Hanya Omong Kosong tenaga medis yang merawat pasien terpapar virus covid-19. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Informasi insentif untuk pada tenaga medis hanyalah omong kosong beredar di media sosial Facebook. Informasi itu membocorkan jumlah insentif yang akan diberikan untuk dokter, bidan dan perawat. Kemudian diunggah foto Presiden Joko Widodo dan sejumlah tenaga medis dengan memegang kertas bertuliskan bacot.

hoaks insentif untuk tenaga medis hanya omong kosong

Liputan6

"Akan diberikan insentif bulanan kepada tenaga medis. Dokter spesialin akan diberikan Rp 15 juta, dokter umum dan dokter gigi Rp 10 juta, bidan dan perawat Rp 7,5 juta dan tenaga medis lainnya Rp 5 juta. Kemudian juga akan diberikan santunan kematian 300 juta".

Penelusuran

Penjelasan terkait foto enam tenaga medis dengan tulisan bacot dijelaskan dalan artikel suara.com berjudul "Perawat Gaungkan Social Distancing: Tetap di Rumah dan Tolong Bantu Kami" pada 19 Maret 2020.

Namun tidak ada tulisan "BACOT" dalam foto enam tersebut, melainkan tulisan #STAY AT HOME AND HELP US PLEASE.

Kemudian dalam artikel merdeka.com berjudul "Kemenkeu Salurkan Insentif Tenaga Kesehatan Rp1,3 Triliun ke Daerah" pada 8 Juli 2020, dijelaskan bahwa tenaga kesehatan mendapat insentif sebanyak Rp1,3 Triliun.

"Kementerian Keuangan telah menyalurkan insentif tenaga kesehatan sebesar Rp1,3 triliun dari total anggaran untuk insentif sebesar Rp1,9 triliun. Penyaluran ini dilakukan berdasarkan kebijakan baru setelah Presiden Jokowi menegur menteri-menterinya karena serapan anggaran kesehatan untuk Corona masih sangat rendah.

Direktur Dana Transfer Khusus Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kemenkeu Putut Hari Satyaka menyatakan, pihaknya telah menyalurkan dana tersebut ke 542 daerah untuk kemudian langsung diverifikasi di daerah itu juga.

"Dengan Kepmenkes baru nomor 392 dan kami mengeluarkan KMK 15/2020, kita baru saja menyalurkan, pada 7 Juli, itu Rp1,3 triliun ke 542 daerah," ujar Putut dalam media briefing, Rabu (8/7).

Putut menyatakan, besaran yang ditransfer ke daerah sudah sesuai dengan perkiraan jumlah tenaga kesehatan yang menangani Corona di tiap daerah tersebut. Setelah dana sampai, maka tim verifikasi daerah bisa langsung melaksanakan tugasnya dan jika sudah terverifikasi, dana dapat diambil di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) daerah masing-masing untuk langsung diberikan kepada tenaga kesehatan.

Adapun sebelum kebijakan baru percepatan penyaluran anggaran kesehatan diterapkan, Kemenkeu baru menyalurkan Rp58,3 miliar ke 15.435 tenaga kesehatan di daerah (data per 30 Juni 2020).

Sementara untuk santunan kematian, insentif yang disiapkan ialah sebesar Rp60 miliar dan sudah disalurkan ke 32 orang dengan nilai Rp9,6 miliar. Adapun secara total, jumlah tenaga kesehatan di pusat dan daerah tercatat sebesar 166 ribu orang."

Kesimpulan

Informasi insentif untuk tenaga medis hanya bacot adalah hoaks. Foto tenaga medis dengan memegang kertas bertuliskan "bacot" adalah hasil editan.

Kemudian Kementerian Keuangan menyalurkan insentif untuk tenaga medis sebesar Rp1,3 Triliun.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini