CEK FAKTA: Hoaks Siswi Bunuh Diri karena Tak Punya Ponsel untuk Belajar Daring

Rabu, 29 Juli 2020 11:21 Reporter : Syifa Hanifah
CEK FAKTA: Hoaks Siswi Bunuh Diri karena Tak Punya Ponsel untuk Belajar Daring Murid SD di Yogya naik bukit demi ikut sekolah online. ©AGUNG SUPRIYANTO/AFP

Merdeka.com - Beredar di media sosial foto bernarasi seorang siswi bunuh diri karena tidak punya ponsel untuk belajar online atau belajar daring di tengan pandemi Covid-19.

Foto tersebut diunggah akun Facebook Phra Sukha Senuk pada 28 Juni 2020, dengan narasi sebagai berikut:

HAI TUKANG OJEK NADIEM MAKARIM LHT FAKTA ANAK INI BUNUH DIRI GARA2 TDK PUNYA PONSEL UTK BELAJAR DARING..

Kelas Online Makan Korban, Siswi Ini Bunuh Diri karena Tak Punya Ponsel.
Sejak pandemi covid-19, sebagian siswa di dunia terpaksa harus melakukan belajar secara online. Proses ini ternyata tidak semulus yang dibay... ibuguruneticantik.blogspot.com

Muis Brengseck: Hai pak Mendikbud Gk semua siswa/i punya uang untuk beli Hp/Kouta/Pulsa contohnya ak sendiri cari uang itu susah,Yah kalian enak Hp di beli'in ortu klo gw beli sndr malahan harus kerja biar bisa beli Kouta/pulsa.jd ginih klo saran ak mending masuk aj kaya' dulu mw jd apa negri ini klo terus terusan begini,Dear Pemerintah Tolong bantu kami pak kembalikan sekolah kami yg seperti dulu pak Tolong Pak Plisss.

hoaks siswi bunuh diri karena tak punya ponsel untuk belajar daring

Penelusuran

Cek Fakta merdeka.com menelusuri klaim siswi bunuh diri karena tidak punya ponser untuk belajar online atau darling. Hasil penelusuran, foto tersebut bukanlah siswi bunuh diri seperti klaim tersebut.

Dilansir dari Kompas.com berjudul "Jika Saya Meninggal, Ibu Pasti Kembali dan Ayah Akan Bahagia" yang dimuat pada 22 Januari 2018. Dijelaskan anak di foto tersebut menderita leukemia dan meninggalkan catatan menyentuh untuk sang ayah.

hoaks siswi bunuh diri karena tak punya ponsel untuk belajar daring

Berikut isi artikelnya:

BEIJING, KOMPAS.com — Sepucuk surat mengharukan ditulis seorang anak perempuan berusia tujuh tahun yang menderita leukemia untuk ayahnya amat menyentuh hati banyak orang.

Surat mengharukan ini membuat para warganet di China rela merogoh uang untuk mengumpulkan uang yang sejauh ini sudah mencapai 600.000 yuan atau sekitar Rp 1,2 miliar untuk biaya pengobatan anak itu.

Surat itu ditulis Zhang Jiaye yang berasal dari sebuah desa di dekat kota Jiamusi, provinsi Heilongjiang, wilayah timur laut China.

"Ayah, aku melihatmu menangis hari ini. Aku amat sedih. Aku tahu kau telah menghabiskan uang amat banyak untuk pengobatanku dan kau sudah kehabisan uang. Kini ibu juga pergi," ujar Zhang lewat suratnya.

"Ini semua karena aku. Jika saya meninggal, ibu pasti kembali dan ayah pasti akan kembali bahagia. Saya tak ingin diobati lagi. Bisakah kita pulang?" demikian isi surat itu.

Zhang Jiaye didiagnosis menderita leukemia pada Mei 2016 dan kini tengah menjalani pengobatan di rumah sakit setempat. "Saat itu saya merasa langit runtuh menimpa saya," kata Zhang Mingliang, ayah anak perempuan tersebut.

Dalam satu tahun, Zhang Jiaye menjalani 18 jenis pengobatan dengan biaya mencapai 590.000 yuan atau lebih dari Rp 1 miliar. Alhasil, keluarganya kini terlilit utang. Derita Zhang Jiaye dan ayahnya bertambah ketika sang ibu pergi meninggalkan mereka pada Juli tahun lalu dan tak pernah terdengar lagi kabarnya.

Meski demikian, sang ayah mengatakan, putri semata wayangnya itu tak pernah menyerah untuk melawan penyakitnya. Kisah pilu Zhang Jiaye dan ayahnya ini menggerakkan hati para netizen di China yang membaca kisah mereka.

"Saya menangis membaca kisah ini. Kabarkan kepada publik nomor rekening sang ayah. Dengan menyumbang, kita memberi mereka harapan," ujar seorang warganet.

Pengguna lain internet mengatakan, sistem kesehatan di China harus diperbaiki untuk membantu warga miskin yang tak mampu mendapatkan pelayanan kesehatan semestinya.

"Sangat menyakitkan bagi orangtua melihat anak mereka menderita. Penderitaan mereka semakin bertambah setelah mereka tak memiliki harapan karena kemiskinan," tambah seorang netizen.

Tak diketahui kapan atau bagaimana surat mengharukan Zhang Jiaye itu bisa diketahui publik. Namun, sumbangan untuk bocah tersebut sudah mengalir sejak September tahun lalu.

Kesimpulan

Klaim siswi bunuh diri karena tidak punya ponsel untuk belajar online adalah salah. Faktanya foto anak kecil itu tersebut adalah Zhang Jiaye yang menderita leukimia berasal dari China yang membuat surat untuk sang ayah.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini