CEK FAKTA: Hoaks Robot Damkar Tak Dipakai saat Kejagung Terbakar Akibat Diisolasi

Kamis, 27 Agustus 2020 14:26 Reporter : Syifa Hanifah
CEK FAKTA: Hoaks Robot Damkar Tak Dipakai saat Kejagung Terbakar Akibat Diisolasi Robot Pemadam Kebakaran DKI Jakarta. ©2020 Merdeka.com/ Instagram Anies Baswedan @aniesbaswedan

Merdeka.com - Beredar informasi robot pemadam kebakaran yang dimiliki Pemprov DKI Jakarta tak digunakan saat kebakaran gedung Kejagung karena sedang diisolasi akibat Covid-19.

Informasi tersebut diunggah akun Facebook Tokoh Nasional Indonesia, pada 26 Agustus 2020, dengan narasi sebagai berikut:

KEJAGUNG TERBAKAR, ADA DIMANA ROBOT PEMADAM KEBAKARAN PEMPROV DKI?Gedung UTAMA Kejaksaan Agung terbakar hebat Sabtu malam lalu.

Api yang menyala sekitar pukul 19.00 seolah mengganas dan melalap habis gedung UTAMA 6 lantai.

Seperti ada bahan yg "mudah terbakar" di dalam gedung yang membuat api menggila.

Hmmmmm.....Menimbulkan banyak pertanyaan.

Terus kemana Robot pemadam kebakaran seharga Rp. 37,4 M yang dibeli Pemprov DKI?

Saya ingat ketika robot ini dibeli beritanya terkesan sangat innovative dan modern. Sayangnya ketika dibutuhkan malah seperti lupa dimana disimpan?

Apa mungkin Robotnya kena virus Covid 19, maka harus di isolasi dulu? Isolasi apa laminating ya? Ahh biarkan kita tidak tahu karena kita memang tidak tahu.

Atau di simpan rapi karena di siapkan untuk membubarkan yang mendemo Gabener?

Padahal itu anggaran 37M buat robot prototypenya, aslinya bisa lebih dari 100M, makanya gubernurnya hebat, beliau bisa mengirit anggaran dengan menampilkan prototypenya aja, aslinya gak di beli, kan lumayan, bisa irit puluhan M.

Daripada di beli juga gak kepake, buang2 duit aja, gubernur DKI emang brilliant otaknya, cebong mana kepikiran seperti itu? Begitulah kata Kadrun

Apa komentar Jaksa Agung :"Insha Allah tetap semangat. Jangankan cuma langit-langit kantor yang terbakar, langit runtuh sekalipun insan Adhyaksa akan terus berjuang menegakan hukum dan keadilan bagi kepentingan bangsa dan negara.

Penelusuran

Cek Fakta merdeka.com menelusuri klaim robot dampak tak digunakan saat kebakaran gedung Kejagung karena sedang diisolasi akibat Covid-19.

Hasil penelusuran, seperti dilansir dari Kumparan berjudul "2 Robot Damkar DKI Tak Diterjunkan Saat Kebakaran di Kejagung, Ini Alasannya" Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta Satriadi Gunawan menjelaskan, robot pemadam kebakaran yang dibeli diperuntukan bagi memadamkan kebakaran di MRT dan LRT, atau lokasi dengan potensi ledakan seperti kilang minyak.

Robot pemadam kebakaran, kata dia, juga lebih tepat memadamkan api di objek kebakaran yang bersifat datar atau horizontal.

"Fungsinya robotic itu mengantisipasi kebakaran yang ada di LRT dan MRT. Kadang dia juga bisa berfungsi ke tempat yang berbahaya seperti contoh kilang minyak kebakaran, karena kan dia menggunakan remote control dari jarak jauh," jelas Satriadi kepada kumparan, Senin (24/8).

"Jadi untuk keamanan petugas. Contoh di situ ada bahan materi yang berbahaya karena ledakan atau macam-macam atau zat kimia atau gas beracun. Nah, itu menggunakan robotic itu, demi keamanan petugas kebakaran," lanjutnya.

Sementara itu, untuk gedung Kejaksaan Agung, kata dia, lebih tepat menggunakan Bronto Skylift. Sebab Bronto mampu menjangkau bagian atas bangunan, mengingat kebakaran di Kejaksaan Agung ada di ketinggian.

Kesimpulan

Klaim robot dampak tak digunakan saat kebakaran gedung Kejagung karena sedang diisolasi akibat Covid-19 adalah tidak benar.

Faktanya Robot pemadam kebakaran lebih tepat memadamkan api di objek kebakaran yang bersifat datar atau horizontal. Sementara itu, untuk gedung Kejaksaan Agung, lebih tepat menggunakan Bronto Skylift karena mampu menjangkau bagian atas bangunan.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini