CEK FAKTA: Hoaks Presiden Jokowi Sebut Penusukan Syekh Ali Jaber Kriminal Biasa

Kamis, 17 September 2020 14:45 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
CEK FAKTA: Hoaks Presiden Jokowi Sebut Penusukan Syekh Ali Jaber Kriminal Biasa Aksi Pelaku Saat Tusuk Syekh Ali Jaber. ©2020 Istimewa

Merdeka.com - Sebuah tangkapan layar dari berita Republika.co.di beredar di media sosial Twitter. Dalam tangkapan layar itu, judul berita yang ditampilkan "Jokowi : Tidak Perlu Dibesar besarkan, Penusukan Ustad Ali Djaber Itu Kriminal Biasa . Ustad Juga Nda Sampai Mati".

hoaks presiden jokowi sebut penusukan syekh ali jaber adalah kriminal biasa

Penelusuran

Menurut penelusuran merdeka.com, tangkapan layar judul berita tersebut adalah hoaks. Dalam artikel medcom.id berjudul "[Cek Fakta] Jokowi Minta Penusukan Syekh Ali Jaber Tak Dibesar-besarkan? Ini Faktanya" pada 17 September 2020, dijelaskan bahwa judul berita tersebut adalah hasil editan.

Dari penelusuran kami, cuitan asli di akun twitter @Republika.co.id terkait tempat isolasi pasien covid-19 yang semakin berkurang. Cuitan asli sebenarnya adalah "Jumlah tempat isolasi kini semakin berkurang imbas dari jumlah kasus yang meningkat"

Artikel Republika.co.id tersebut berjudul "Jokowi Instruksikan Tempat Isolasi Pasien Covid-19 Ditambah" yang diterbitkan pada 14 September 2020.

"Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar tempat isolasi bagi pasien covid tanpa gejala ataupun dengan gejala ringan segera ditingkatkan. Sebab, jumlah tempat isolasi kini semakin berkurang imbas dari jumlah kasus yang makin meningkat.

Hal ini disampaikan Jokowi saat membuka rapat terbatas laporan komite penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (14/9). “Pemerintah juga terus menambah tempat isolasi covid tanpa gejala ataupun yang bergejala ringan,” ujar Jokowi.

Jokowi mengatakan, rumah sakit darurat Wisma Atlet Kemayoran hingga saat ini masih mampu menampung 2.581 pasien gejala ringan, yang terdiri atas 858 tempat tidur di tower 6 dan 1.723 di tower 7. Sedangkan untuk flat isolasi mandiri di Wisma Atlet juga masih tersedia sebanyak 4.863 tempat tidur di tower 4 dan 5. Selain itu, tempat isolasi juga masih tersedia di balai pelatihan kesehatan di Ciloto yang mampu menampung 653 orang dan juga sejumlah tempat isolasi lainnya di balai pelatihan kesehatan di Batam, Semarang, dan juga Makassar.

Jokowi menyebut, pemerintah juga telah menyiapkan pusat karantina untuk pasien dengan gejala ringan sehingga tidak berpotensi menularkan kepada anggota keluarga lainnya. “Kita telah bekerja sama dengan hotel bintang 1, bintang 2, untuk menjadi fasilitas karantina. Tolong ini juga disampaikan ada 15 hotel bintang 2 dan 3 di Jakarta dengan kapasitas 3.000. Ini kita telah bekerja sama dengan grup-grup hotel yang ada,” jelas Jokowi.

Kesimpulan

Tangkapan layar yang mencantumkan nama media Republika.co.id berjudul "Jokowi : Tidak Perlu Dibesar besarkan, Penusukan Ustad Ali Djaber Itu Kriminal Biasa . Ustad Juga Nda Sampai Mati" adalah hoaks. Judul berita tersebut adalah hasil editan, dari judul asli yang berjudul "Jokowi Instruksikan Tempat Isolasi Pasien Covid-19 Ditambah".

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini