CEK FAKTA: Hoaks Percobaan Vaksin di Indonesia Karena Lab China Kehabisan Monyet

Selasa, 28 Juli 2020 14:07 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
CEK FAKTA: Hoaks Percobaan Vaksin di Indonesia Karena Lab China Kehabisan Monyet Ilustrasi Vaksin Covid-19. ©2020 REUTERS

Merdeka.com - Beredar informasi Laboratorium di China kehabisan monyet untuk percobaan vaksin Covid-19. Informasi tersebut menambahkan bahwa rakyat Indonesia yang menjadi monyet percobaan vaksin tersebut.

hoaks percobaan vaksin di indonesia karena lab china kehabisan monyet

Facebook

"Di China monyet yang di jadikan uji coba vaksin covid .
Sedangkan di +62 rakyat yang dijadikan percobaan vaksin dari china oleh jokowi .
Miris rakyat Indonesia dijadikan monyet percobaan".

Penelusuran

- Penjelasan laboratorium di China kehabisan monyet untuk percobaan vaksin Corona

Dalam artikel kompas.com berjudul "Harga Mahal, Lab China Kekurangan Monyet untuk Uji Coba Vaksin Corona" pada 20 Juni 2020, dijelaskan harga seekor monyet sekitar 10.000-20.000 yuan (Rp 20 juta sampai Rp 40 juta), kata Shao.

Dalam upaya meracik vaksin virus corona, China kekurangan monyet percobaan dan para penelitinya tetap bekerja di akhir pekan.
Fenomena itu terjadi di Yisheng Biopharma, salah satu laboratorium di China yang berlomba meramu vaksin Covid-19 bersama negara-negara lainnya.

Dilansir dari AFP Jumat (19/6/2020), perusahaan medis yang terletak di timur laut kota Shenyang ini telah bekerja tanpa henti sejak Januari untuk mendapatkan vaksin corona.

Vaksin yang sedang diracik Yisheng kini berapa dalam tahap pengujian ke hewan, yang mendahului uji klinis manusia.

Zhang menuturkan, uji coba pada tikus dan kelinci menunjukkan hasil yang bagus, karena meningkatkan antibodi penetral.

Yisheng mengharapkan vaksin ini tidak hanya melindungi diri dari infeksi, tapi juga bisa menyembuhkan pasien Covid-19.

Yisheng biasanya membeli seekor monyet dengan harga antara 10.000-20.000 yuan (Rp 20 juta sampai Rp 40 juta), kata Shao.

Ia melanjutkan, sekarang tiap ekornya bernilai sekitar 100.000 yuan (Rp 200 juta).

Lab-lab China biasanya menggunakan kera rhesus dan cynomolgus, yang dikembangbiakkan di provinsi-provinsi selatan Negeri "Tirai Bambu".

China adalah pemasok besar monyet percobaan. Tahun lalu 20.000 ekor monyet diekspor dan 18.000 dipakai di penelitian lokal, kata Liu Yunbo, ketua Beijing HFK Bioscience, pemasok hewan percobaan.

"Konsumsi tahun ini cukup besar, sehingga pasokannya tidak cukup," terangnya dikutip dari AFP.

- Penjelasan Indonesia dijadikan percobaan vaksin dari China oleh Jokowi

Dalam artikel merdeka.com berjudul "Melihat Uji Klinis Vaksin Sinovac" pada 24 Juli 2020, dijelaskan bahwa uji coba vaksin Covid-19 tidak hanya dilakukan di Indonesia saja, tetapi juga di negara-negara lainnya.

Setitik harapan datang di tengah kegelapan badai Covid-19 yang melanda Indonesia sejak awal Maret 2020. Sebanyak 2.400 calon vaksin Covid-19 asal perusahaan China, Sinovac Biotech Ltd, tiba di Tanah Air, Minggu (19/7) lalu.

Vaksin asal negeri tirai bambu itu memang belum resmi diproduksi untuk vaksin Corona. Namun, harus melalui tahapan ketiga alias uji klinis terlebih dahulu. Perjalanan masih panjang.

Indonesia melalui Induk Holding BUMN Farmasi Bio Farma, siap melakukan uji klinis tahap 3 untuk vaksin Covid-19.

Sinovac sudah melalui 2 fase uji klinis di negeri asalnya, China. Pengujian dilakukan dengan melibatkan 500 relawan.

Uji coba tahap ketiga vaksin dari Sinovac ini bukan dilakukan di Indonesia saja. Beberapa negara lainnya juga melakukan uji klinis. Di antaranya Brazil, Bangladesh dan Turki. Di Brazil sendiri, uji coba sudah mulai dilakukan pada 21 Juli lalu dan akan dilakukan selama tiga bulan.

Kesimpulan

Klaim Indonesia jadi percobaan vaksin Covid-19 karena laboratorium China kehabisan monyet percobaan adalah tidak benar. Percobaan vaksin Covid-19 juga dilakukan di Brazil, Bangladesh dan Turki.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini