CEK FAKTA: Hoaks Pekerja Tahun 1990 sampai 2019 Bisa Cairkan Dana dari Bank Indonesia

Senin, 16 November 2020 15:00 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
CEK FAKTA: Hoaks Pekerja Tahun 1990 sampai 2019 Bisa Cairkan Dana dari Bank Indonesia Gedung Bank Indonesia. Merdeka.com / Dwi Narwoko

Merdeka.com - Informasi pekerja antara tahun 1990 dan 2019 bisa mencairkan dana puluhan juta di Bank Indonesia beredar di aplikasi percakapan WhatsApp. Informasi itu menyebutkan bahwa pekerja bisa mencairkan dana Rp21.500.000 dari Bank Indonesia. Kemudian tercantum tautan daftar nama yang bisa menarik dana tersebut.

"Mereka yang bekerja antara tahun 1990 dan 2019 memiliki hak untuk menarik Rp 21.500.000,00 dari Bank Indonesia. Cari tahu apakah nama Anda ada dalam daftar orang-orang yang memiliki hak untuk menarik dana ini
https://socialdraw.top/idbank"

Penelusuran

Menurut penelusuran merdeka.com, informasi pekerja antara tahun 1990 dan 2019 dapat mencairkan dana Rp21,5 juta adalah hoaks. Dalam artikel antaranews berjudul "BI Sulteng tegaskan Penarikan Rp21 juta bagi pekerja 1990-2019 bohong" pada 22 Oktober 2019, dijelaskan bahwa pihak BI tidak pernah mengeluarkan informasi seperti itu.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Tengah, Abdul Madjid Ikram menegaskan informasi mengenai hak penarikan uang senilai Rp21,5 juta bagi pekerja yang bekerja sejak 1990-2019 di Kantor Perwakilan BI Sulteng tidak benar.

Pernyataan itu ia tegaskan menyusul beredarnya pesan berantai yang diterima masyarakat, terutama pekerja di wilayah Sulteng yang berisi pesan itu hingga hari ini.

"Tadi pagi ada seorang ibu datang ke Kantor Perwakilan BI Sulteng di Palu meminta penjelasan mengenai kebenaran info tersebut dan sudah kami jelaskan bahwa itu tidak benar," katanya, di Palu, Selasa.

Ia mengimbau masyarakat di seluruh wilayah di Sulteng yang menerima pesan berantai berisi info tersebut, baik melalui aplikasi berbagi pesan dalam jaringan (daring) seperti WhatsApp maupun melalui Short Message Service (SMS) agar tidak mempercayai bahkan sampai membuka link yang tertera pada pesan itu.

"Dampak jika membuka link fake, satu bisa mencuri data dan password di handphone yang gunakan saat membuka link itu, dua bisa menggoda orang untuk mengisi data-data pribadi seperti password dan pin ATM," jelansya.

Olehnya ia mengajak seluruh lapisan masyarakat agar selalu memverifikasi informasi yang diterima agar menjadi korban berita bohong atau hoax seperti kabar penarikan uang Rp21,5 juta di Kantor BI bagi masyarakat yang bekerja sejak 1990-2019.

"Sekedar berbagi dengan teman-teman, jika ada info melalui SMS atau WA berisi “penerimaan hadiah ataupun uang”, itu kemungkinan besar terindikasi penipuan. Apalagi yang diterima gratis," katanya.

Kesimpulan

Informasi pekerja antara tahun 1990 dan 2019 dapat mencairkan dana Rp21.5 juta dari Bank Indonesia adalah hoaks. Pihak Bank Indonesia menegaskan bahwa informasi yang diterima melalui SMS atau WhatsApp secara tidak resmi, kemungkinan besar terindikasi penipuan.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini