CEK FAKTA: Hoaks Moeldoko Sebut Vaksin untuk Jokowi Beda dengan Masyarakat

Kamis, 14 Januari 2021 14:31 Reporter : Syifa Hanifah
CEK FAKTA: Hoaks Moeldoko Sebut Vaksin untuk Jokowi Beda dengan Masyarakat Presiden Jokowi disuntik vaksin Covid-19. ©BPMI Setpres

Merdeka.com - Media sosial beredar narasi yang mencatut nama Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menyebut vaksin untuk Presiden Jokowi berbeda dengan yang tersebar untuk masyarakat beredar di media sosial.

Unggahan tersebut bernarasi, "Jenderal Moeldoko Angkat Bicara, Vaksin untuk Presiden Jokowi Beda dengan yang Tersebar?"

hoaks moeldoko sebut vaksin untuk jokowi beda dengan masyarakat

Penelusuran

Penelusuran Cek Fakta merdeka.com tidak menemukan artikel yang memberitakan kabar Moeldoko menyebut vaksin untuk Presiden Jokowi berbeda dengan yang tersebar untuk masyarakat.

Namun merdeka.com menemukan artikel berjudul "Moeldoko sebut prosedur vaksinasi Presiden sama seperti masyarakat" yang dimuat situs antaranews.com pada 4 Januari 2021.

Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan prosedur vaksinasi Covid-19 terhadap Presiden akan sama seperti yang dilakukan kepada masyarakat.

"Presiden sama, tidak ada bedanya, karena prosedurnya sama. Mungkin petugas datang, tinggal buka (lengan), jebret (suntik), selesai," ujar Moeldoko di Jakarta, Senin.

Dia mengatakan vaksinasi kepada Presiden, selaku orang pertama di Indonesia yang akan menerima vaksinasi Covid-19, tinggal mengatur waktu saja.

Moeldoko menyampaikan berdasarkan hasil konsultasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan, diperkirakan vaksinasi Covid-19 dapat dilakukan pertengahan Januari hingga pekan ketiga Januari 2021.

Terkait persiapan vaksinasi ini, Presiden sudah memerintahkan semua pihak berkaitan dengan vaksin agar melakukan persiapan dengan baik.

"Siapa berbuat apa, bagaimana mengatur, cara distribusi seperti apa, semua sudah diberikan petunjuk oleh Presiden dua bulan lalu," ujar Moeldoko.

Mekanisme vaksinasi Covid-19, menurutnya, akan dijalani seperti vaksinasi lainnya. Yang perlu dipikirkan adalah distribusi dan teknis pelaksanaan vaksinasi untuk publik.

"Kalau vaksinasi di puskesmas misalnya, apakah tempatnya memadai. Kalau harus menunggu (antre), yang lain menunggu di mana, harus ditata dengan baik," ujar Moeldoko.

Sebagai infomasi, pada Rabu (13/1) Presiden Jokowi menjadi orang pertama yang disuntik vaksin Covid-19 Sinovac. Dilansir dari merdeka.com Presiden Jokowi berharap seluruh masyarakat bersedia divaksinasi Covid-19. Apalagi, Jokowi sudah membuktikan vaksin itu aman dengan menjadi orang pertama yang divaksinasi.

"Tentunya saya berharap nanti seluruh masyarakat, seluruh rakyat bersedia divaksinasi karena ini adalah upaya kita untuk bebas dari pandemi," kata Jokowi dalam siaran Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (13/1).

Jokowi meminta kepada masyarakat agar bersabar menunggu terkait waktu vaksin yang akan dilaksanakan. Sebab kata Jokowi nantinya akan dilakukan secara bertahap.

"Karena kan diatur secara bertahap, dilakukan secara bertahap," ujarnya.

Sementara itu Jokowi pun menegaskan vaksin Covid-19 akan diberikan secara gratis. Kemudian Jokowi juga mengingatkan agar yang sudah divaksin tetap mematuhi protokol kesehatan.

"Tapi yang pasti vaksin ini gratis dan ingat walaupun sudah divaksin nantinya kita tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan yang paling penting itu," ungkap Jokowi.

Kesimpulan

Narasi yang menyebut moeldoko menyatakan vaksin untuk jokowi berbeda dengan masyarakat adalah tidak benar. Moeldoko mengatakan prosedur vaksinasi Covid-19 terhadap Presiden akan sama seperti yang dilakukan kepada masyarakat.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini