CEK FAKTA: Hoaks Mark Zuckerberg akan Tutup Facebook Indonesia karena Dibully Netizen

Selasa, 28 Juli 2020 12:02 Reporter : Syifa Hanifah
CEK FAKTA: Hoaks Mark Zuckerberg akan Tutup Facebook Indonesia karena Dibully Netizen mark zuckerberg. © Kaizenbiz.com

Merdeka.com - Beredar di media sosial tangkapan layang menampilkan CEO Facebook Mark Zuckerberg dalam judul berita yang terlihat logo dari situs berita Liputan6.com.

Judul berita yang diklaim berasal dari Liputan6.com bernarasi:

"Mark Zuckerberg ancam Tutup Facebook di Indonesia karena kerap Dibully netizen" dan terlihat seolah media Liputan6.com yang menerbitkan berita tersebut.

hoaks mark zuckerberg ancam tutup facebook di indoensia

©2020 Liputan6.com

Unggahan tersebut juga disertai narasi sebagai berikut:

Dilansir dari Liputan6 bahwa Mark Zuckerberg ancam tutup Facebook Di Indoensia karena kerap dibully netizen!

Aelah om Mark mah baperan orangnyaMaennya kurang jauh seh. Coba gabung ama gua sini jadi Kpopers yang tahan banting dengan bacotan hatters. Dijamin ampuh.

Penelusuran

Cek Fakta merdeka.com menelusuri klaim Mark Zuckerberg ancam tutup Facebook di Indonesia karena kerap dibully netizen. Dilansir Cek Fakta Liputan6.com mengklarifikasi bahwa pihaknya tidak pernah memuat berita dengan judul tersebut.

Namun potret foto Mark Zuckerberg dalam tangkapan layar tersebut adalah sampul dari berita berjudul "Mark Zuckerberg Yakin Gerakan Pengiklan Boikot Facebook Segera Berakhir" dimuat pada 3 Juli 2020.

Berikut isi artikelnya:

Liputan6.com, Jakarta - Facebook diboikot oleh ratusan pengiklan gara-gara dianggap tidak becus menangani ujaran kebencian di platformnya. Namun, baru-baru ini bos Facebook Mark Zuckerberg menyakini bahwa gerakan boikot pengiklan terhadap perusahaannya akan segera berakhir.

Berdasarkan laporan dari The Information, pendiri sekaligus CEO Facebook melihat gerakan boikot dari merek ternama seperti Starbucks dan Coca Cola merupakan masalah PR (public relation) semata dan bukan ancaman serius.

"Kami tidak akan mengubah kebijakan atau pendekatan dalam hal apa pun karena ancaman atas segelintir pendapatan kami," kata Zuckerberg, seperti dikutip Tekno Liputan6.com dari The Guardian, Jumat (3/7/2020).

Dia mengatakan, alih-alih masalah ekonomi yang besar, gerakan boikot yang diserukan pengiklan merupakan masalah reputasi dan kemitraan semata.

"Dugaan saya, seluruh pengiklan (yang melakukan boikot) akan kembali beriklan di platform Facebook sesegera mungkin," tutur Zuckerberg sebagaimana dilaporkan.

Ketika pernyataan Zuckerberg ini dikonfirmasikan ke juru bicara Facebook, mereka menyebut menangani masalah dengan serius.

Pihak Facebook juga menyebut, mereka menghargai masukan dari para mitranya.

"Kami membuat kemajuan nyata dalam hal menjaga kebencian dari platform kami dan tidak mendapatkan manfaat dari konten kebencian," kata juru bicara Facebook.

Sebelumnya, Rabu lalu, lebih dari 500 perusahaan menghentikan iklan mereka di Facebook dan menekan jejaring sosial tersebut untuk lebih tegas dalam menangani ujaran kebencian.

Mark Zuckerberg juga setuju untuk bertemu dengan perwakilan pengiklan dalam beberapa minggu ke depan.

Namun, belum diketahui bagaimana sikap Zuckerberg atas tuntutan para pengiklan. Bahkan sampai timbul pertanyaan, siapa yang lebih tergantung pada siapa. Apakah Facebook yang lebih membutuhkan pengiklan atau pengiklan yang memerlukan Facebook.

Ini adalah pertama kalinya Facebook "ditinggalkan" oleh ratusan pengiklan sekaligus. Berbagai merek besar bersatu memboikot Facebook, seiring aksi protes masyarakat atas isu rasial yang terjadi beberapa pekan ke belakang.

Gara-gara boikot ini pula, kabarnya pendapatan iklan Facebook terjun USD 70 miliar tahun ini.

Kesimpulan

Judul artikel Mark Zuckerberg ancam tutup Facebook diIndonesia karena kerap dibully netizen adalah tidak benar.

Faktanya judul tersebut adalah asil editan atau suntingan dari judul aslinya "Mark Zuckerberg Yakin Gerakan Pengiklan Boikot Facebook Segera Berakhir" dimuat Liputan6.com pada 3 Juli 2020.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini