CEK FAKTA: Hoaks Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran Dinonaktifkan

Rabu, 23 Desember 2020 11:07 Reporter : Syifa Hanifah
CEK FAKTA: Hoaks Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran Dinonaktifkan Kapolda Metro Luncurkan Kampung Tangguh di Cengkareng. ©2020 Merdeka.com/genan

Merdeka.com - Kabar Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran dinonaktifkan dari jabatannya beredar di media sosial. Penonaktifkan Kapolda Metro Jaya disebut berkaitan dengan insiden tewasnya laskar FPI.

Informasi tersebut beredar di Facebook dengan narasi; "Alhamdulillah kapolda metro jaya fadil di nonaktifkan semoga komnasham berhasil mengungkap pembantaian tewasnya 6 warga sipil"

hoaks kapolda metro jaya irjen fadil imran dinonaktifkan
©Istimewa

Disertai artikel berjudul "PA 212: Demi Kelancaran Investigasi Komnas HAM Nonaktifkan Kapolda Metro Jaya".

Penelusuran

Penelusuran merdeka.com dengan membuka judul artikel "PA 212: Demi Kelancaran Investigasi Komnas HAM Nonaktifkan Kapolda Metro Jaya" yang dimuat di situs mediaperjuangan.com pada 18 Desember 2020 sebenarnya menyalin artikel yang berjudul sama di situs hukum.rmol.id.

Isi artikel dalam unggahan tersebut hanya permintaan dari PA 212 agar Irjen Fadil Imran dinonaktifkan sementara sambil menunggu hasil investigasi Komnas HAM.

Berikut isi lengkap artikelnya:

Ketua Presidium Alumni (PA) 212 Aminudin menilai, penonaktifan Irjen Fadil Imran sebagai Kapolda Metro Jaya sebagai langkah yang tepat guna memudahkan pihak-pihak seperti Komnas HAM dan lembaga independent lainya dalam melakukan investigasi terhadap peristiwa tewasnya enam laskar FPI.

“Setuju saja kalau (penonaktifan) untuk memudahkan penyidikan, jadi kalau dia posisinya masih jabatan Kapolda itukan mungkin ada rasa ewuh pakewuh (kesungkanan),” kata Aminudin kepada wartawan di Jakarta, Jumat (18/12).

Sekjen Gerakan Cinta Negeri (Gentari) ini menegaskan, jika Fadil Imran dinonaktifkan terlebih dulu dari jabatanya sebagai Kapolda Metro Jaya, tentunya akan melancarkan aparat lain seperti Komnas HAM serta lembaga independent dan Propam Polri sendiri dalam rangka melakukan penyidikan dan investigasi terhadap tewasnya enam laskar FPI.

“Nah kalau masih menempel dia sebagai Kapolda, pihak-pihak yang melalukan penyidikan independent kan ada rasa Ewuh Pakwewuh (kesungkanan), makanya saya setuju untuk Irjen Fadil Imran dinonaktifkan dulu sebagai Kapolda agar mereka yang melakukan penyidikan ini bisa bergerak leluasa,” harap Amin.

Hal ini, menurut Amin penting dalam rangka menuntaskan atau membuat terang benderang peristiwa yang menurutnya merupakan sebuah bentuk kedzoliman. Sejauh ini, kata Amin, publik tinggal berharap kepada Komnas HAM yang melakukan penyidikan independent guna mengungkap peristiwa berdarah di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek pada Senin dini hari (7/12) ini.

“Kita kan hanya berharap kepada mereka (Komnas HAM), karena polisi bilangnya A, sementara FPI bilangnya B, inikan jadi tanda tanya,” pungkas Amin.

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran baru satu kali diperiksa oleh Komnas HAM terkait insiden penembakan enam laskar FPI.

Ketua Kommas HAM, Ahmad Taufan Damanik mengatakan, saat diperiksa, Fadil Imran telah memberikan sejumlah informasi, data, dan barang bukti yang diminta pihaknya. Menurut dia, investigasi kasus penembakan ini belum selesai pascapemeriksaan Kapolda Metro Jaya.

Sampai saat Irjen Fadil Imran masih menjabat sabagai Kapolda Metro Jaya. Dilansir dari merdeka.com, pada Senin (21/12) Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mohammad Fadil Imran menjadi inspektur upacara dalam apel dimulainya Operasi Lilin Jaya 2020 di Lapangan Silang Monas Jakarta.

Kapolri Jenderal Idham Azis, mengingatkan bahwa pengamanan ini tidak boleh dianggap sebagai agenda rutin tahunan biasa. Sehingga menjadikan kita cenderung underestimate dan kurang waspada terhadap setiap dinamika perkembangan masyarakat. Apalagi di masa pandemi Covid-19 saat ini, kita harus lebih peduli. Jangan sampai kegiatan perayaan Natal dan Tahun Baru timbulkan klaster-klaster baru penyebaran Covid-19," kata Fadil dalam sambutannya di lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Senin (21/12).

Atas hal itu pelaksanaan operasi digelar selama 15 hari mulai dari tanggal 21 Desember 2020 sampai dengan tanggal 4 Januari 2021. Polri telah menyiapkan personel untuk pengamanan Natal dan Tahun Baru, sebanyak 83.917 personel Polri, 15.842 personel TNI, serta 55.086 personel instansi terkait lainnya.

Kesimpulan

Kabar Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran dinonaktifkan adalah hoaks. Sampai saat Irjen Fadil Imran masih menjabat sabagai Kapolda Metro Jaya.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini