CEK FAKTA: Hoaks Kabar Kota Solo Dilockdown

Senin, 7 Desember 2020 09:34 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
CEK FAKTA: Hoaks Kabar Kota Solo Dilockdown balai kota solo. wikipedia.org/Bennylin

Merdeka.com - Informasi Kota Surakarta, Jawa Tengah dilockdown mulai tanggal 10 Desember 2020 hingga 20 Januari 2021 beredar di media sosial. Informasi itu menyebutkan bahwa tak hanya Pasar Gede, Solo yang dilockdown, tetapi juga Kota Solo.

"Sudah baca berita terakhir? Kota Surakarta, lockdown tidak hanya Pasar Gede nya, ya..Melainkan pemerintah Kota Surakarta juga menetapkan lockdown per 10 Desember - 20 Januari 2021.

So, I suggest you, sobat..Kemanapun bepergiannya, travel with full responsibility and do proper hygiene protocol".

Penelusuran

Menurut penelusuran merdeka.com, infotmasi Kota Solo dilockdown adalah hoaks. Dalam artikel detik.com berjudul "Info Solo Lockdown Sampai Januari: Hoax!" pada 5 Desember 2020, dijelaskan bahwa informasi Kota Solo dilockdown tidak benar.

Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas COVID-19 Solo, Ahyani, menegaskan informasi tersebut adalah salah. Pemkot Solo hanya melakukan pengetatan dan pembatasan.

"Tidak ada lockdown. Kita hanya mengetatkan dan membatasi saja agar tidak terjadi penularan COVID-19 selama libur akhir tahun," kata Ahyani saat dihubungi detikcom, Sabtu (5/12/2020).

Pria yang menjabat Sekretaris Daerah Kota Solo itu mengatakan akses masuk dari dan ke Kota Solo tetap dibuka. Namun ketika warga luar kota masuk ke Solo harus dikarantina selama 14 hari.

"Ini untuk mengantisipasi pemudik dan wisatawan masuk ke Solo. Kita karantina dulu 14 hari untuk memastikan dia tidak membawa virus," ujarnya.

Kemudian dalam akun Instagram resmi Humas Pemkot Surakarta, @humaspemkotsurakarta, juga ditegaskan bahwa infrmasi tersebut hoaks.

hoaks kota solo dilockdown
Instagram/humaspemkotsurakarta

Dalam artikel merdeka.com berjudul "Halau Pemudik, Pemkot Solo Tempatkan Satgas Pemantau Pintu Masuk Kota" pada 4 Desember 2020, dijelaskan bahwa para pemudik harus dikarantina saat masuk ke Solo.

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo benar-benar memberikan sinyal larangan bagi perantau untuk kembali ke kampung halaman di Solo, saat libur akhir tahun. Hal tersebut dilakukan untuk meminimalisir terjadinya penularan Civid-19. Jika masih terdapat pemudik yang nekat, Pemkot Solo akan mengkarantina mereka selama 14 hari di Beteng Vastenburg.

"Bagi para pemudik, ataupun yang masuk di Kota Solo, itu akan kita karantina di Beteng Vastenburg," ujar Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo (Rudy) kepada wartawan di rumah dinas Loji Gandrung, Kamis (3/11).

Menurut Rudi, langkah langkah awal yang dilakukan adalah mempersiapkan tenda yang akan ditempatkan di Beteng Vastenburg. Pihaknya sudah mengajukan peminjaman empat tenda besar ke Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan dan Brigif 413 Palur.

"Jadi kita butuh 4-5 tenda untuk karantina. Kita mulai proses persiapannya hari Senin. Tanggal 15 sudah dimulai bagi yang masuk Kota Solo akan dikarantina selama 14 hari. Apapun alasannya, jagong ya akan dikarantina," terangnya.

Lebih lanjut Rudy menjelaskan, untuk menjaring para pemudik tersebut, pihaknya akan bekerjasama dengan kepala bandara, terminal dan stasiun kereta api. Demikian juga biasanya akan menempatkan petugas di setiap pintu masuk kota Solo.

"Kita juga akan membentuk satgas pemantau pintu masuk Kota Solo. Nanti yang bertugas dari TNI, Polri Linmas, SatpolPP dan Dinas Perhubungan," jelasnya.

Rudy menambahkan, titik-tik-tik yang akan di pantau oleh Satgas pemantau diantaranya, tugu Makutha, Kleco, Tanjunganom, Jurug, Kadipiro, Sumber dan lainnya. Untuk masyarakat sekitar Solo maupun yang bekerja di Kota Solo tidak akan di berlakukan hal yang sama.

Selain upaya tersebut, pihaknya juga berkoordinasi dan akan menghidupkan program Jogo Tonggo untuk mengantisipasi jika ada warga luar kota yang mudik. Pembukaan kembali rumah karantina bagi pemudik seperti saat libur Idul Fitri, lanjut Rudy, dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya outbreak mengingat jumlah kasus Covid-19 di Solo terus melonjak.

"Kami minta Natal dan Tahun Baru dirayakan di kota masing-masing saja tidak usah ke Solo dulu, di sini (Solo) angkanya juga lagi tinggi," tandasnya.

Kesimpulan

Informasi Kota Solo, Jawa Tengah dilockdown adalah hoaks. Pemkot Solo hanya mengetatkan dan membatasi aktivitas agar penularan Covid-19 tidak meluas.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini