CEK FAKTA: Hoaks Goyangkan Tabung Gas Menyebabkan Ledakan

Senin, 16 November 2020 10:59 Reporter : Syifa Hanifah
CEK FAKTA: Hoaks Goyangkan Tabung Gas Menyebabkan Ledakan elpiji 3 kg. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Informasi larangan menggoyang-goyangkan tabung gas karena bisa menyebabkan ledakan beredar di media sosial. Salah satunya yang mengunggah akun Facebook Maya Fitria pada 7 November 2020.

Dalam narasi yang beredar, disebutkan pula ledakan bisa terjadi pada tabung gas kosong yang diguncang. Disertai juga video memperlihatkan dua orang tengah memperbaiki dan menggoyangkan sebuah tabung gas, lantas tabung gas tersebut meledak.

Berikut narasinya:

LARANGAN KERAS!!! TABUNG GAS tdk boleh di GOYANG2, sekali pun TABUNG kosong, bisa menimbulkan LEDAKAN YG DAHSYAT!!! SEBARKAN
Silahkan lihat gambar dua orang ini sedang memper baiki tabung gas yg mampet dengan cara di goyang goyang akibat nya tabung meledak ber keping2 termasuk tubuh dua orang hancur .
sekali lagi hati2 tabung jangan di goyang. Tolong bantu di share ya kepada yang belum tahu demi keselamatan teman & sdra kita.

hoaks goyangkan tabung gas menyebabkan ledakan

©Facebook

Penelusuran

Pjs. VP Corporate Communication Pertamina Heppy Wulansari menegaskan, informasi bahwa tabung gas digoyang-goyangkan dapat meledak tidak benar.

"Tidak benar. Tabung gas ketika diangkut truk juga bergoyang-goyang jika jalanan tidak mulus," ujarnya dilansir Kompas.com.

Heppy menjelaskan situasi yang dapat membuat tabung gas meledak. Ledakan dapat terjadi jika gas elpiji bocor atau keluar dari tabung di ruangan tertutup dan disertai pemicu seperti api atau arus pendek.

"Jika kemudian ada pemicu seperti api atau arus pendek, bisa terjadi ledakan," katanya.

Selain itu dilansir dari National Geographic Indonesia, juga dijelaskan peristiwa kebakaran ataupun "ledakan" yang menyertakan tabung gas terjadi karena adanya masalah pada regulator ataupun selang.

Gas yang keluar dari kebocoran tersebut kemudian terkumpul dalam ruangan dan meledak—keluar ruangan—ketika ada pemicunya, misalnya menyalakan kompor atau menyalakan api untuk rokok.

PT Pertamina mengatakan bahwa tekanan di dalam tabung gas elpiji hanya sebesar delapan bar. Sementara itu tabung baru bisa meledak pada tekanan melebihi 7.000 bar.

Kesimpulan

Klaim mengoyang-goyangkan tabus gas bisa menimbulkan ledakan tidak benar. Pjs. VP Corporate Communication Pertamina Heppy Wulansari, menjelaskan ledakan dapat terjadi jika gas elpiji bocor atau keluar dari tabung di ruangan tertutup dan disertai pemicu seperti api atau arus pendek.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini