CEK FAKTA: Hoaks Gigitan Nyamuk Bisa Tularkan Covid-19 ke Manusia

Jumat, 28 Agustus 2020 15:57 Reporter : Syifa Hanifah
CEK FAKTA: Hoaks Gigitan Nyamuk Bisa Tularkan Covid-19 ke Manusia Ilustrasi nyamuk. ©2012 Shutterstock/mrfiza

Merdeka.com - Viral di media sosial terkait gigitan nyamuk bisa menularkan Covid-19 ke manusia. Salah satunya akun Twitter @kangkorden mencuit kemungkinan nyamuk menularkan Covid-19 secara nyamuk hinggap tubuh manusia.

Berikut narasinya:

Si nyamuk Kl d tepok sama tangan mati dan keluar darahnya.
Darah si nyamuk kan dri darah sejuta umat yg d hisap.
Lalu darahnya ada d tangan kita/tubuh kita saat d tepok nah Itu darah sejuta umat yg d hisap sehat/engganya ga tau jg. Apa bisa si covid itu dri tragedi tepok nyamuk

Pikiran tanda tanya sih ini mungkin jg ga bnr About covid dan nyamuk
Gmn dgn nyamuk apa dia aman tdk menyebarluaskan covid selain dropplet,
Secara nyamuk hinggap d beraneka ragam tubuh manusia.
Entah sehat entah tdk si manusia tsb.
Ya seperti postingan saya sblmnya @blogdokter

hoaks gigitan nyamuk tularkan covid 19

Twitter

Penelusuran

Cek Fakta merdeka.com menelusuri klaim gigitan nyamuk bisa menularkan Covid-19 ke manusia. Hasil penelusuran, nyamuk tidak bisa menularkan Covid-19 ke manusia. Seperti dilansir dari merdeka.com berjudul "Nyamuk Tak Bisa Tularkan Covid-19 ke Manusia Setelah Gigit Orang Terinfeksi" dimuat pada 19 Juli 2020.

Sebuah penelitian baru menemukan, nyamuk tidak dapat menularkan virus SARS-CoV-2, yang menyebabkan penyakit mematikan Covid-19 kepada manusia.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports menemukan, virus tidak dapat mereplikasi dalam tiga jenis nyamuk yang umum dan karenanya tidak dapat ditularkan ke manusia bahkan walaupun nyamuk itu telah menggigit manusia yang terinfeksi.

"Kami telah menunjukkan bahwa bahkan dalam kondisi ekstrem, virus SARS-CoV-2 tidak dapat direplikasi pada nyamuk ini dan oleh karena itu tidak dapat ditularkan kepada orang-orang bahkan dalam kejadian yang tidak disangka nyamuk memakan inang viremic," demikian hasil penelitian tersebut, dilansir Alarabiya, Minggu (19/7).

Hasil ini mendukung pernyataan WHO yang menyatakan nyamuk tak bisa menularkan penyakit tersebut ke manusia.

"Sementara WHO secara definitif menyatakan bahwa nyamuk tidak dapat menularkan virus, penelitian kami adalah yang pertama memberikan data konklusif yang mendukung teori ini," jelas Stephen Higgs, salah satu peneliti dari Kansas State University di Amerika Serikat.

Sementara itu, dikutip dari AP, Rabu (26/8), Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyampaikan, tak ada data yang menunjukkan virus corona disebarkan baik oleh nyamuk maupun kutu.

Covid-19 utamanya menular dari orang ke orang melalui cairan yang terpercik saat mereka berbicara, batuk, atau bersin. WHO mengatakan, gigitan nyamuk juga tidak akan membuat kita tertular virus corona.

Tapi kemudian muncul pertanyaan lanjutan, jika nyamuk bisa menularkan penyakit lain, kenapa tidak dengan virus corona yang dapat menyebabkan Covid-19?

Penelitian terbaru memberikan penjelasan. Para peneliti mengatakan, virus harus menginfeksi nyamuk dan berkembang biak di dalamnya sebelum nyamuk menularkannya ke manusia. Itu gagal terjadi ketika para peneliti menyuntikkan virus corona ke tiga spesies nyamuk.

WHO melalui situs resminya juga menjelakan Covid-19 tidak dapat menyebar melalui gigitan nyamuk. Sampai saat ini belum ada informasi atau bukti yang menunjukkan bahwa virus corona baru dapat ditularkan melalui nyamuk.

Covid-19 adalah virus pernapasan yang menyebar terutama melalui tetesan yang dihasilkan ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin, atau melalui tetesan air liur atau cairan dari hidung.

Untuk melindungi diri sendiri, sering-seringlah membersihkan tangan Anda dengan antiseptik berbasis alkohol atau cuci dengan sabun dan air. Selain itu, hindari kontak dekat dengan siapa pun yang batuk dan bersin.

Kesimpulan

Klaim gigitan nyamuk bisa menularkan Covid-19 ke manusia adalah tidak benar. Covid-19 utamanya menular dari orang ke orang melalui cairan yang terpercik saat mereka berbicara, batuk, atau bersin. WHO mengatakan, gigitan nyamuk juga tidak akan membuat kita tertular virus corona.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini