CEK FAKTA: Hoaks Gaji Tambahan Berupa Mata Uang Yen

Senin, 24 Agustus 2020 13:00 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
CEK FAKTA: Hoaks Gaji Tambahan Berupa Mata Uang Yen tangkapan layar hoaks gaji tambahan berupa mata uang yen. Kominfo

Merdeka.com - Beredar tangkapan layar sebuah berita berjudul "Ada 13 Juta Orang yang Bakal Dapat Gaji Tambahan dari Jokowi Gaji Berupa Mata Uang Yen, Ten Ora Mbujuk Lagi". Berita tersebut ditulis pada 5 Agustus 2020. Tangkapan layar judul berita beredar di media sosial Facebook.

tangkapan layar hoaks gaji tambahan berupa mata uang yen
Kominfo

Penelusuran

Menurut penelusuran merdeka.com, judul berita "Ada 13 Juta Orang yang Bakal Dapat Gaji Tambahan dari Jokowi Gaji Berupa Mata Uang Yen, Ten Ora Mbujuk Lagi" adalah tidak benar.

Dalam artikel cnbcindonesia berjudul "Ada 13 Juta Orang yang Bakal Dapat Gaji Tambahan dari Jokowi" pada 5 Agustus 2020, dijelaskan bahwa tidak ada mata uang Yen dalam gaji tambahan tersebut.

"Presiden Joko Widodo (Jokowi) bakal memberikan bantuan sosial kepada 13 juta orang. Bantuan ini berupa upah tambahan bagi para pekerja yang bergaji di bawah Rp 5 juta.

Hal ini masuk ke dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang disampaikan langsung Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Rabu (5/8/2020).

"Kita kaji bantuan gaji kepada 13 juta pekerja yang memiliki upah di bawah Rp 5 juta. Ini memakan anggaran Rp 31,2 triliun," kata Sri Mulyani.

Ini merupakan langkah percepatan belanja yang menurut Sri Mulyani dilakukan untuk lindungi masyarakat hingga meningkatkan kemampuan juga dalam menangani Covid-19."

tangkapan layar berita cnbcindonesia
cnbcindonesia

Kemudian, tangkapan layar judul berita "Ada 13 Juta Orang yang Bakal Dapat Gaji Tambahan dari Jokowi Gaji Berupa Mata Uang Yen, Ten Ora Mbujuk Lagi", merupakan hasil editan dari media cnbcindonesia berjudul "Ada 13 Juta Orang yang Bakal Dapat Gaji Tambahan dari Jokowi".

Kesimpulan

Tangkapan layar judul berita "Ada 13 Juta Orang yang Bakal Dapat Gaji Tambahan dari Jokowi Gaji Berupa Mata Uang Yen, Ten Ora Mbujuk Lagi" adalah hoaks. Judul berita merupakan hasil editan, dan gaji tambahan tidak berupa mata uang Yen.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini