CEK FAKTA: Hoaks Foto Wanita dan Bayi Tewas Akibat Ulah Militer Myanmar

Senin, 12 April 2021 20:00 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
CEK FAKTA: Hoaks Foto Wanita dan Bayi Tewas Akibat Ulah Militer Myanmar Bentrokan di Myanmar. ©2021 REUTERS/Stringer

Merdeka.com - Beredar foto yang disebut-sebut perbuatan militer Myanmar yang membunuh ibu dan anak. Foto tersebut beredar di media sosial dengan menggunakan bahasa Thailand.

They separate mother and child by merciless killing. RIP mother, poor baby boy. Warfare in Myanmar, RIP to all those who lost their lives.”

foto ibu dan anak etnis rohingya
Facebook

Berikut terjemahannya:

Mereka memisahkan ibu dan anak dengan pembunuhan tanpa ampun. Ibu meninggal dunia, bayi laki-laki yang malang. Peperangan di Myanmar, RIP untuk semua orang yang kehilangan nyawanya."

Penelusuran

Menurut penelusuran merdeka.com, informasi tersebut adalah hoaks. Dalam artikel AFP Fact Check berjudul "

The claim is false: the photo predates the anti-coup protests in Myanmar by several years.

A keyword search on Facebook found the photo was posted here on October 22, 2017 by a page called Rohingya Community.

The 2017 photo is captioned: “A #Rohingya Muslim woman fainted after exhausting journey of 13 days from Arakan to Bangladesh as her infant baby reaches her mom to feed.”

Hundreds of thousands of Rohingya fled to refugee camps in Bangladesh after the Myanmar military drove them out of Myanmar’s northern Rakhine state in 2017, AFP reported. The United Nations has described the Myanmar regime's persecution of the Rohingya as ethnic cleansing.

Below is a screenshot comparison of the photo in the misleading posts (L) and the photo published by Rohingya Community in 2017 (R):

The same photo was also shared by a journalist on Twitter on October 22, 2017 alongside a similar caption.

It was also published in this Polish-language news report on July 2, 2018 about the Myanmar military's persecution of the Rohingya in 2017.

Berikut terjemahannnya:

Klaim itu salah: foto itu sudah beredar sebelum protes anti-kudeta di Myanmar.

Pencarian kata kunci di Facebook menemukan foto itu diposting di sini pada 22 Oktober 2017 oleh akun Komunitas Rohingya.

Foto tahun 2017 diberi judul: "Seorang wanita Muslim #Rohingya pingsan setelah perjalanan yang melelahkan selama 13 hari dari Arakan ke Bangladesh saat bayinya mendekap sang ibu untuk disusui."

Ratusan ribu orang Rohingya melarikan diri ke kamp pengungsi di Bangladesh setelah militer Myanmar mengusir mereka dari negara bagian Rakhine utara Myanmar pada tahun 2017, AFP melaporkan. Perserikatan Bangsa-Bangsa menggambarkan penganiayaan rezim Myanmar terhadap Rohingya sebagai pembersihan etnis.

Berikut perbandingan tangkapan layar antara foto di unggahan menyesatkan (kiri) dan foto yang dipublikasikan oleh Komunitas Rohingya tahun 2017 (kanan):

Foto yang sama juga dibagikan oleh seorang jurnalis di Twitter pada 22 Oktober 2017 dengan keterangan serupa.

Itu juga diterbitkan dalam laporan berita berbahasa Polandia pada 2 Juli 2018 tentang penganiayaan militer Myanmar terhadap Rohingya pada 2017.

Kesimpulan

Sebuah foto yang menyebutkan ibu dan anak tewas karena ulah militer Myanmar adalah hoaks. Foto itu sudah beredar sejak 2017, atau saat etnis Rohingya berjalan dari Arakan ke Bangladesh. Wanita dalam foto itu pingsan setelah berjalan selama 13 hari.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini