CEK FAKTA: Hoaks Alat Tes Covid-19 Berubah Positif Setelah Dimasukkan ke Minuman Soda

Kamis, 24 Desember 2020 13:31 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
CEK FAKTA: Hoaks Alat Tes Covid-19 Berubah Positif Setelah Dimasukkan ke Minuman Soda Ilustrasi minuman soda. ©Shutterstock.com/somchai rakin

Merdeka.com - Informasi Parlemen Austria, Michael Schnedlitz melakukan uji coba dengan memasukkan alat rapid tes ke segelas minuman bersoda Coca Cola beredar di media sosial. Informasi itu menyebutkan, hasil dari pengujian itu yakni, hasil rapid tes menjadi positif.

informasi parlemen austria uji coba alat rapid tes dengan coca cola
Kominfo

"Parlemen di Austria membuktikan ngawurnya hasil rapid test dgn memberi contoh sgelas Coke yg dites dan hasilnya positif."

Penelusuran

Menurut penelusuran merdeka.com, informasi tersebut adalah hoaks. Dalam artikel politifact berjudul "Austrian politician goofed in testing Coca-Cola sample for COVID-19" pada 17 Desember 2020, dijelaskan bahwa pengujian yang dilakukan Schnedlitz tidak sesuai prosedur.

Schnedlitz memposting video di akun Facebooknya saat mengoleskan kapas ke gelas dengan cairan berwarna gelap. Kemudian kapas berisi cairan itu diteteskan ke alat uji cepat Covid-19. Beberapa menit kemudian, dia mengangkat alat uji itu dan mengatakan bahwa hasilnya positif.

"Hari ini saya melakukan uji korona secara langsung di Parlemen. Uji coba massal korona (rapid tes) tidak ada gunanya! Ini juga menunjukkan eksperimen sederhana di Parlemen dengan Coke dan hasilnya positif!" kata Schnedlitz dalam sebuah postingannya di Facebook. Schnedlitz juga berpendapat bahwa pemerintah membuang-buang uang uang pajak hanya untuk alat tes Covid-19.

"Hari ini saya membuktikan di Parlemen betapa tololnya tes massal korona yang dilakukan pemerintah," kata Schnedlitz dalam posting Facebook lanjutan, menurut versi terjemahan.

Dialab mengatakan Schnedlitz melakukan tes yang salah.
Meski hasil uji coba yang dilakukan mendapat hasil positif, namun kesimpulan dari hasil uji coba itu tidak didukung
karena metodenya salah. Jika uji coba itu dilakukan dengan benar, hasilnya akan negatif.

Dialab mengatakan uji coba alat tes Covid-19 juga harus dilakukan oleh staf rumah sakit atau orang yang terlatih. Dialab juga mempostingan video di facebook tentang pengujian sampel Coke - yang diolah terlebih dahulu dengan buffer - dan memberikan hasil negatif.

Melalui situs webnya, Dialab mencantumkan produk pengujian Covid-19, termasuk jenis yang digunakan oleh Schnedlitz. Jenis tes tersebut bertujuan untuk mendeteksi antibodi Covid-19 IgG dan IgM yang ada serum, plasma atau sampel darah utuh.

Kesimpulan

Informasi uji coba Parlemen Austria menggunakan alat tes Covid-19 dengan minuman bersoda Coca Cola, dan hasilnya positif adalah hoaks. Metode uji coba yang dilakukan Parlemen Austria itu tidak sesuai prosedur.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini