CEK FAKTA: Hoaks Ajakan Umat Katolik Memilih Yohanes-Syarifudin di Pilkada Sintang

Rabu, 9 Desember 2020 10:44 Reporter : Syifa Hanifah
CEK FAKTA: Hoaks Ajakan Umat Katolik Memilih Yohanes-Syarifudin di Pilkada Sintang KPU Gelar Simulasi Pemungutan Suara. ©2020 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Surat edaran untuk umat katolik yang beisikan memilih pasangan nomor urut 3 Yohanes Rumpak-Syarifudin pada Pilkada Sintang beredar di media sosial. Postingan ini diunggah pada 7 Desember 2020 pada saat masa tenang Pilkada dan 2 hari sebelum Pilkada serentak.

Surat tersebut berisi 17 poin yang mengajak umat katolik untuk memilih paslon Yohanes Rumpak-Syarifudin dalam Pilkada Sintang. Diantaranya:

1. Sudah Saatnya Sintang di pimpin oleh Katolik
2. Selama ini kita di pimpin oleh Kristen Protestan dan Islam, kita umat Katolik sengsara
3. Katolik umat mayoritas, Kristen Protestan adalah agama yang tidak jelas dan tidak masuk hitungan suara paling kecil.

hoaks ajakan umat katolik memilih yohanes syarifudin di pilkada sintang
©Turnbackhoax

Penelusuran

Pasangan Yohanes Rumpah-Syarifudin mengadakan jumpa pers terhadap surat edaran tersebut yang berisikan provokasi, ujaran kebencian, dan SARA. Pihaknya menyatakan bahwa surat edaran itu adalah hoax yang digunakan oleh orang tertentu untuk menjatuhnya dan berharap agar masyarakat bijak dalam menyikapi selebaran tersebut.

"Kami sudah mengonfirmasi ke semua pendukung dan tim soal edaran tersebut. Kami pastikan tidak ada dari tim kami yang membuat edaran bermuatan sara dan provokasi tersebut," tegas Rumpak dilansir dari Tribunnews.

Merasa dirugikan dengan edaran tersebut, Yohanes Rumpak resmi melaporkan hal tersebut ke Polres Sintang dan Bawaslu.

"Kami berharap Polres Sintang menindaklanjuti laporan kami dan mengungkap siapa orang yang membuat edaran bermuatan sara tersebut," harapnya.

Rumpak berpesan kepada masyarakat Kabupaten Sintang, untuk tidak terprovokasi dengan edaran tersebut. Ia menilai, edaran tersebut dapat merusak persatuan masyarakat yang selama ini sudah terjalin dengan baik.

"Mari kita rawat persatuan dan keberagaman serta persaudaraan. Sukseskan Pilkada dengan santun dan damai," ajak Rumpak.

Kasubag Humas Polres Sintang, Iptu Hariyanto memastikan akan menindaklanjuti laporan yang dibuat oleh tim Yohanes Rumpak.

Pihaknya juga akan mrlakukan upaya penyelidikan untuk mengungkap oknum dibalik edaran bermuatan sara tersebut.

"Terkait beredarnya surat yang belum diketahui berasal dari mana dan siapa yg membuatnya maka Polres Sintang tetap melakukan upaya peyelidikan. Kepada warga masyarakat atau organisasi yang merasa dirugikan dengan beredarnya surat tersebut di media sosial maka dapat segera melaporkan ke Polres Sintang untuk selanjutnya akan ditindaklanjuti prosesnya," kata Hariyanto.

Kepada masyarakat Kabupaten Sintang, Hariyanto mengimbau agar tidak terpancing dengan isu yang tercantum dalam edaran tersebut.

"Kepada warga masyarakat yang mengetahui terkait surat edaran tersebut dapat kiranya melaporkan kepada aparat kepolisian. Isi edaran tersebut tentunya ada pihak-pihak yang menginginkan kondisi di kabupaten Sintang tidak kondusif. Maka mari bersama sama selalu masyarakat Sintang untuk bertindak cerdas dengan melaporkan hal tersebut jika ada yang merasakan dirugikan," jelasnya.

Kesimpulan

Surat edaran ajakan umat Katolik untuk memilih pasangan Yohanes Rumpak-Syarifudin dalam Pilkada Sintang adalah tidak benar. Adanya surat edaran itu, Yohanes Rumpak resmi melaporkan hal tersebut ke Polres Sintang dan Bawaslu.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini