CEK FAKTA: Disinformasi Video Tikus Berkeliaran Dalam Pendingin Daging di Lampung

Jumat, 29 Mei 2020 11:26 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
CEK FAKTA: Disinformasi Video Tikus Berkeliaran Dalam Pendingin Daging di Lampung potongan video tikus berkeliaran di pendingin daging. Facebook

Merdeka.com - Beredar kembali video seekor tikus yang berkeliaran di pendingin daging beku di sebuah supermarket. Video kembali tersebar di aplikasi pesan instan WhatsApp dan Facebook.

potongan video tikus berkeliaran di pendingin daging

Facebook

"Untuk saudara2ku tersayang .... Saya hanya mengingat kan saja ya ... nanti kalau mall2 dlm waktu dekat ini akan di buka kembali ... tolong jangan ke mall dulu ya .... krn pd saat mall di tutup banyak brg2 rusak dan yg berjamur .... mengerikan .
Bukan covid 19 saja yg membunuh manusia tp jamur2 dlm ac yg terhirup oleh kita yg merusak paru2 ... hati2 ya Ibu2 , apalagi pipis tikus , kacoa juga geli , makanan yg sdh 3 bln . Pokok nya jgn makan di resto yg sdh tutup berbulan2 .
Hati2 tolong ya demi kesehatan kita ."

Penelusuran

Menurut penelusuran merdeka.com, video tikus berkeliaran di pendingin daging di sebuah supermarket tidak terjadi saat PSBB diberlakukan. Dalam artikel Kompas.com berjudul "Viral, Tikus Besar Terjebak di Freezer Makanan Superstore di Lampung" pada 13 Februari 2020, dijelaskan bahwa kejadian berada di salah satu supermarket di Lampung.

Sebuah video mendadak viral menampilkan seekor tikus berukuran besar yang terjebak di dalam freezer makanan beku di salah satu supermarket di Bandar Lampung.

Salah satu akun yang mengunggah video tikus tersebut yakni Instagram Seputar Lampung @seputar_lampung. Hingga berita ini diturunkan, video tersebut sudah ditonton 34.651 kali.

Kepala toko supermarket, Hardoyo Atmojo membenarkan ada seekor tikus masuk ke dalam freezer. Namun, pihak karyawan maupun manajemen tidak mengetahui darimana tikus itu masuk ke dalam toko.

“Sekitar lokasi ini kan ada selokan dan saluran air lainnya. Nanti kita coba untuk menggali lagi lebih dalam informasinya,” kata Hardoyo kepada para pewarta, Rabu (12/2/2020).

Selama ini, kata Hardoyo, penanganan masalah hama diserahkan ke pihak ketiga. Terkait peristiwa ini pihaknya akan mengevaluasi agar tidak terulang.
Hardoyo menambahkan, pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan Dinas Ketahanan Pangan Kota Bandar Lampung mengenai pengendalian hama.

“Semua cabang akan kami cek ulang,” kata Hardoyo.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Bandarlampung, Kadek Sumarta mengatakan, manajemen supermarket harus bertanggung jawab atas peristiwa ini. Karena supermarket yang menjual bahan makan seharusnya bebas hama.

“Ini menyangkut kesehatan masyarakat,” kata Kadek.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pengunjung toko, tikus itu telah ditangkap oleh salah satu petugas Satgas Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kota Bandar Lampung.

Untuk Wilayah Lampung belum diterapkan PSBB. Dalam artikel merdeka.com berjudul "Pemprov Lampung Kaji Pengajuan PSBB ke Pemerintah Pusat" pada 19 April 2020, dijelaskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung sedang mempertimbangkan untuk mengajukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ke pemerintah pusat. Ini dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Lampung.

"Kami sedang membuat justifikasinya dengan menimbang segala konsekuensi jika PSBB ini dilakukan, tapi tetap yang mengajukan itu kepala gugus tugas," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Lampung, Reihana, Minggu (19/4).

Sebelum menerapkan PSBB, dia mengungkapkan, pihaknya harus mengkaji aspek hukum dan sanksi yang akan diterapkan jika itu dilaksanakan. Mengingat PSBB mencakup banyak bidang, seperti kesehatan, pendidikan, ekonomi, transportasi dan komunikasi.

"Di bidang kesehatan, kita sudah lakukan sesuai anjuran presiden, yakni jaga jarak minimal satu meter, jaga stamina tubuh, dan lain sebagainya," ujarnya.

Kesimpulan

Video tikus yang berkeliaran di pendingin daging di sebuah supermarket adalah disinformasi. Kejadian dalam video terjadi sebelum adanya PSBB di Lampung. Kini tikus tersebut sudah ditangkap dan pihak supermarket bersedia bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini