CEK FAKTA: Disinformasi Peta Sebaran Covid-19 di DKI Jakarta dan Bogor

Kamis, 25 Juni 2020 17:21 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
CEK FAKTA: Disinformasi Peta Sebaran Covid-19 di DKI Jakarta dan Bogor Tim medis di RS Persahabatan. ©REUTERS/Willy Kurniawan

Merdeka.com - Beredar informasi bahwa DKI Jakarta kembali memasuki zona merah dan Bogor memasuki zona hitam selama pandemi Covid-19. Informasi tersebut disertakan gambar peta sebaran Covid-19 di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.

unggahan tentang zona covid 19 di jakarta dan bogor

Facebook

"DKI kembali Zona Merah, Bogor Zona Hitam. Welcome back Corona.... Hati2 ya & tetap jaga kesehatan, jangan lengah please..."

Penelusuran

Menurut penelusuran merdeka.com, informasi yang tersebar adalah disiformasi. Dalam artikel Antaranews.com berjudul "DKI Jakarta kembali masuk zona merah COVID-19? Ini faktanya" pada 24 Juni 2020, dijelaskan bahwa peta yang tersebar memang berasal dari laman corona.jakarta.go.id. Hanya saja, ilustrasi itu bukanlah data terbaru pada pekan ketiha Juni 2020.

Ilustrasi tampilan persebaran COVID-19 dengan virus berwarna merah menjadi tampilan peta sebaran kasus COVID-19 di Jakarta pada April 2020.

Namun, tampilan peta kasus COVID-19 di Jakarta telah diperbarui dan lebih sederhana dengan gamar titik-titik merah, kuning, serta titik lain berwarna biru.

Titik berwana merah menunjukkan area lokasi pasien positif COVID-19. Sedangkan titik kuning menunjukkan area berstatus sedang menunggu hasil. Kemudian, titik berwarna bitu adalah tanda rumah sakit rujukan COVID-19.

Titik-titik yanga da di peta terbaru itu tidak secara detail menggambarkan alamat rumah pasien, melainkan lokasi wilayah kelurahan tempat tinggal pasien."

Kemudian dalam artikel merdeka.com berjudul "Pemprov DKI Jakarta: Ada 27 RW Berstatus Zona Merah Covid-19" pada 25 Juni 2020, ada beberapa RW di Jakarta masuk dalan zona merah.

"Kepala Biro Pemerintahan DKI Jakarta, Premi Lasari menyatakan masih terdapat sejumlah rukun warga (RW) di DKI Jakarta yang tergolong dalam zona merah atau wilayah pengendalian ketat (WPK) akibat virus corona atau Covid-19.

Dia menyatakan pengendalian ketat berskala lokal (PKBL) tahap pertama dimulai pada 4-18 Juni 2020 yang sebelumnya diikuti 66 RW.

"Tanggal 19 Juni itu dari 66 RW hanya tinggal 5 RW yang merah. Jadi kita punya PR 5 RW yang merah yang harus kita ubah menjadi kuning bahkan ataupun hijau," kata Premi dalam diskusi dalam akun YouTube SDGs Jakarta, Kamis (25/6).

Selain itu, dia menyebut adanya penambahan RW lain yang berstatus zona merah di Jakarta. Penambahan tersebut yakni berjumlah 22 RW dan bila ditotal menjadi 27 RW.

"Jadi nanti di PSBL tahap kedua yang kami langsungkan pada 19 Juni-2 Juli, ada 27 RW," ucapnya"

Selanjutnya, dalam artikel Liputan6 berjudul "Kota Bogor Lanjutkan PSBB karena Masih Masuk Zona Kuning" pada 13 Juni 2020, dijelaskan bahwa Kota Bogor masuk zona kuning, bukan hitam.

Kota Bogor melanjutkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) setelah hasil evaluasi terbaru tingkat kewaspadaan kota dan kabupaten di Jawa Barat terkait pandemi Covid-19 diumumkan. Bogor masih berada pada level tiga atau di zona kuning.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengungkapkan, hal itu setelah mengikuti telekonferensi kepala daerah di Jawa Barat bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Jumat 12 Juni 2020. Seperti dilansir Antara, Sabtu (13/6/2020),

Pada telekonferensi tersebut, Ridwan Kamil merinci, hasil evaluasi terbaru dan data terbaru. Ada 10 kabupaten dan kota di Jawa Barat yang saat ini berada di level tiga atau zona kuning.

Ke-10 daerah tersebut adalah, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Garut, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Karawang, Kabupaten Sukabumi, serta Kota Bandung, Kota Bekasi, Kota Depok dan Kota Bogor.

Kesimpulan

Informasi bahwa peta sebaran Covid-19 di DKI Jakarta yang masuk zona merah adalah disinformasi. Peta sebaran Covid-19 tersebut adalah data April 2020, bukan Juni 2020.

Kemudian, klaim Kota Bogor masuk zona hitam Covid-19 adalah tidak benar. Hingga saat ini, Kota Bogor masih masuk dalam zona kuning selama pandemi Covid-19.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini