CEK FAKTA: Disinformasi Daun Kelor Bisa Netralisir Racun, Ini Faktanya

Jumat, 26 Juni 2020 16:10 Reporter : Syifa Hanifah
CEK FAKTA: Disinformasi Daun Kelor Bisa Netralisir Racun, Ini Faktanya Daun Kelor. Liputan6.com ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Beredar video di media sosial yang mengklaim rebusan daun kelor mampu menetralisir racun dalam tubuh.

Video tersebut menampilkan seorang wanita sedang melakukan percobaan dengan menggunakan bihun yang kemudian berubah warna menjadi kehitaman setelah diberi obat merah, perubahan warna tersebut diklaim menandakan ada kontaminasi racun.

Kemudian menambahkan air rebusan daun kelor pada bihun tersebut dan dalam beberapa saat larutan tersebut kembali jernih. Atas kejadian ini, wanita itu mengklaim bahwa air rebusan daun kelor dapat menetralisir racun yang ada dalam tubuh.

disinformasi daun kelor bisa netralisir racun

Facebook

Penelusuran

Cek Fakta merdeka.com menelusuri klaim daun kelor mampu menetralisir racun dalam tubuh. Dikutip dari Kompas.com artikel berjudul "Ramai soal Video Daun Kelor yang Disebut Dapat Menetralisir Racun, Ini Penjelasan Dokter..."

Ketua Departemen Farmakologi dan Terapi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), dr Wawaimuli Arozal mengungkapkan bahwa informasi yang ada dalam video itu salah. Terkait anggapan bahwa bihun yang disebut mengandung racun dan dapat berubah warna dengan obat merah juga dinilai keliru.

"Informasi tersebut menyesatkan, obat merah itu mengandung iodium, kemudian bila ditambah amylum atau karbohidrat yang berasal dari bihun tadi menyebabkan warna keunguan," ujar Wawaimuli saat dihubungi Kompas.com, Rabu (24/6/2020).

Menurutnya, perubahan warna itu terjadi karena adanya reaksi kimia yang wajar, bukan karena bihun yang mengandung racun atau toksin.

"Daun kelor sendiri banyak mengandung zat gizi, vitamin, protein, dan juga zat besi. Tapi tidak ada hubungannya dengan mentralisir racun," lanjut dia.

Selain itu, Wawaimuli mengatakan, daun kelor dapat dikonsumsi dengan dijadikan sayur bening yang mengandung nilai gizi. Namun, dalam proses pemasakan, sebaiknya daun kelor tidak perlu direbus terlalu lama agar nilai gizinya tetap ada.

Menurutnya daun kelor juga dapat dimakan secara utuh atau langsung, asalkan daun tersebut masih segar dan bersih. Tapi mungkin rasanya kurang enak.

Wawaimuli mengatakan, saat ini sudah banyak daun kelor dalam bentuk sediaan bubuk atau ekstrak dari daun yang dikeringkan dan dibuat dalam bentuk kapsul dan lainnya.

Terkait manfaat, ia menjelaskan bahwa daun kelor memiliki efek antioksidan, menurunkan lemak darah, anti peradangan dan lainnya. Namun, khasiat-khasiat tersebut masih sebatas penelitian yang diuji coba pada hewan.

"Penelitian mengenai daun kelor atau Moringa oliefera banyak mengenai efek antioksidan, menurunkan lemak darah, anti peradangan, anti-hipertensi dan berbagai penyakit kronik. Tetapi sebagian besar penelitian tersebut masih terbatas pada hewan coba," kata dia.

Adapun penelitian yang sudah terbukti pada manusia yakni sebagai suplemen besi, artinya daun kelor berperan sebagai asupan besi pada orang yang anemia karena defisiensi besi.

Kesimpulan

Klaim daun kelor bisa menetralisir racun dalam tubuh adalah keliru. Tapi, menurut penelitian daun kelor yang sudah terbukti pada manusia yakni sebagai suplemen besi, artinya daun kelor berperan sebagai asupan besi pada orang yang anemia karena defisiensi besi.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini