CEK FAKTA: Cara Mengetahui Lowongan Kerja Palsu

Rabu, 1 Juli 2020 16:17 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
CEK FAKTA: Cara Mengetahui Lowongan Kerja Palsu lowongan kerja. ©2018 Liputan6.com

Merdeka.com - Beredar sejumlah lowongan pekerjaan di media sosial Facebook hingga WhatsApp. Lowongan pekerjaan tersebut mencatut nama-nama perusahaan BUMN dan perusahaan besar lainnya, seperti Waskita, Pertamina, JNE hingga PLN.

Namun tidak semua lowongan pekerjaan tersebut benar adanya. Lalu, bagaimana cara agar terhindar dari lowongan pekerjaan palsu?

Penelusuran

Ada berbagai cara yang bisa dilakukan agar tidak terjerumus lowongan kerja palsu. Dalam artikel antaranews.com berjudul "Kenali hoaks iklan lowongan kerja dengan cara ini" pada 30 Juni 2020, dijelaskan cara mengenali dan menjauhi hoaks iklan lowongan pekerjaan agar data-data pribadi Anda tetap aman.

1. Kunjungi situs atau akun resmi media sosial perusahaan terkait

Pastikan Anda menelusuri situs resmi terkait perusahaan yang sedang membuka lowongan di mesin pencari. Jangan mudah percaya dengan tautan yang disertakan dalam iklan. Bisa jadi Anda dibawa ke sebuah situs yang sengaja dibuat untuk mengelabui.

Perusahaan-perusahaan besar pasti memiliki situs resmi. Dalam situs itu, biasanya terdapat alamat perusahaan, nomor telepon yang bisa dihubungi, alamat surat elektronik, serta nama para pengurus atau penanggung jawab perusahaan.

Mereka juga punya akun resmi media sosial. Platform media sosial seperti Twitter, Facebook, Instagram dan lainnya menyediakan tanda khusu yang menunjukkan akun resmi sebuah perusahaan atau organisasi. Pastikan akun perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan itu merupakan akun yang terverifikasi.

2. Pastikan penyebutan posisi pekerjaan yang ditawarkan dan waspadai pencantuman nama-nama pelamar

Hoaks iklan pekerjaan seringkali muncul tan[a menyebutkan posisi pekerjaan yang lowong secara spesifik.

3. Berhati-hati untuk memberikan data diri yang sensitif

Data-data penting yang dapat dijual dalam forum jual-beli data antara lain nomor induk kependudukan (NIK), nomor kartu keluarga, nomor rekening, nama gadis ibu kandung, serta nomor kartu kredit, termasuk tiga angka di belakang kartu kredit. Waspadai iklan lowongan pekerja yang mensyaratkan Anda untuk mencantumkan data-data ini.

Untuk menghindari penyalahgunaan data kontak pribadi, Anda bisa menggunakan nomor ponsel dan alamat email khusus yang berbeda dengan yang biasa Anda pakai.

4. Pastikan balasan dari saluran resmi perusahaan

Perusahaan yang memiliki kredibilitas tentu akan memberikan balasan atas surat lamaran Anda melalui saluran-saluran resmi, seperti menghubungi lewat telepon, mengirim pesan singkat melalui nomor resmi, membalas lamaran dengan alamat email seperti tercantum dalam situs perusahaan, atau memberikan informasi melalui akun resmi media sosial mereka.

5. Hindari membayar atau mentransfer uang ke pihak mana pun

Perusahaan besar dengan reputasi tinggi tidak akan meminta uang saat melakukan proses rekrutmen. Jangan mengirimkan uang sekecil apa pun dan untuk kepentingan apa pun kepada pihak yang akan merekrut Anda.

Kesimpulan

Lowongan kerja yang mencantumkan perusahaan BUMN hingga perusahaan besar tidak semuanya benar.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini