Cara Twitter Perangi Hoaks di Media Sosial

Selasa, 8 Juni 2021 17:53 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
Cara Twitter Perangi Hoaks di Media Sosial Ilustrasi Twitter. © telegraph.co,uk

Merdeka.com - Sebaran berita bohong atau hoaks kian merajalela di media sosial. Twitter salah satunya. Twitter menyiapkan sejumlah cara untuk menangkal berita hoaks di platform medianya.

Cara pertama dengan menyiapkan tiga label baru untuk menandai konten misinformasi atau hoaks. Tiga label tersebut di antaranya "Get The Latest", "Stay Informed", dan "Misleading".

Dijelaskan masing-masing peran tiga label tersebut.

Misalnya, jika seseorang men-tweet “Dalam 12 jam, kegelapan akan naik di beberapa bagian dunia. Tetap disini,” lalu Twitter akan menambahkan label "Get The Latest" untuk memberi Anda informasi lebih lanjut tentang konsep zona waktu.

Wong mengatakan jika sebuah tweet mengatakan "Menghirup 60 gram dihidrogen monoksida dan saya merasa tidak enak badan sekarang," maka situs tersebut akan menampilkan label "Stay Informed" untuk menawarkan informasi lebih lanjut.

Contoh ketiga yang dibagikan oleh Wong menunjukkan bahwa jika postingan Anda berisi informasi yang menipu, maka perusahaan akan mengeluarkan label peringatan "Misleading".

Kemudian Twitter juga meluncurkan catatan Birdwatch. Versi contoh ini telah lebih dahulu luncur pada 25 Januari 2021.

Dalam unggahan blog resmi milik Twitter, Keith Coleman selaku Wakil Presiden Produk mengatakan bahwa Birdwatch memungkinkan orang untuk mengidentifikasi informasi dalam tweet yang diyakini sebagai hoaks.

"Birdwatch memungkinkan orang untuk mengidentifikasi informasi dalam tweet yang mereka yakini menyesatkan dan menulis catatan yang memberikan konteks informatif. Kami percaya pendekatan ini memiliki potensi untuk merespons dengan cepat ketika informasi yang menyesatkan menyebar, menambahkan konteks yang dipercaya dan dianggap berharga oleh orang-orang," ungkap Keith dalam unggahan blog resmi Twitter, (25/1).

Dengan menggunakan fitur-fitur baru ini, Twitter diharapkan bisa mengurangi berita hoaks yang beredar, seperti video atau foto.

Sumber: Liputan6 [lia]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Cek Fakta
  3. Twitter
  4. Hoaks
  5. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini