Bank Indonesia

Bank Indonesia

ARSIP BERITA
  • Bank Indonesia (BI) terus melakukan berbagai langkah untuk mendorong perkembangan ekonomi digital di Indonesia. Sebab ekonomi digital memiliki potensi yang sangat besar.

  • "Yang jelas dari seluruh 2.800 sampai 2.900 perusahaan yang wajib lapor, karena memiliki utang luar negeri kepada BI. Itu mayoritas sudah 90 persen sudah hedging."

  • "Ekonomi dunia pertumbuhannya berat sebelah. Ibarat pesawat, hanya satu mesin yang menggerakkan, karena ekonomi Amerika yang kuat, negara lain melemah," kata Kepala Departemen Internasional Bank Indonesia, Doddy Zulverdi.

  • Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Mirza Adityaswara mengatakan, pelemahan nilai tukar saat ini berbeda dengan kondisi nilai tukar pada 1998. Pelemahan yang terjadi saat ini juga dialami oleh negara lain.

  • Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Sugeng memprediksi implementasi Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) atau National Payment Gateway akan berpotensi mengefisienkan biaya transaksi yang cukup besar. Sebab adanya penurunan biaya transaksi Merchant Discount Rate (MDR) di setiap transaksi.

  • Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menuturkan, konsumsi rumah tangga memiliki kontribusi sekitar 60 persen terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Namun Agus menilai angka tersebut belum seperti yang diharapkan.

  • Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, kebijakan pajak dari Amerika tersebut akan membuat banyak investor-investor Amerika menanamkan investasi di luar. Tentu hal ini harus diantisipasi oleh negara-negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,05 persen di tahun 2017. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi 5,02 persen di 2016.

  • Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Mirza Adityaswara mengatakan hilangnya simbol minus dari peringkat baru rating utang Indonesia menunjukkan perbaikan yang cukup bagus. Sebab, untuk mencapai hal tersebut, Indonesia butuh waktu selama 22 tahun.

  • Lembaga pemeringkat Fitch Ratings (Fitch) meningkatkan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia dari BBB- pandangan positif menjadi BBB pandangan stabil. Menguatnya sektor eksternal dan upaya pemerintah dalam memperbaiki iklim investasi menjadi faktor meningkatnya peringkat tersebut.

  • Oleh karena itu, Bank Indonesia meminta Kementerian Komunikasi dan Informasi dapat meningkatkan jangkauan jaringan di daerah.

  • Sugeng berharap penyaluran program bantuan sosial non tunai dapat mendukung efisiensi lantaran ditargetkan bisa tepat sasaran, jumlah, kualitas, harga dan administrasi. Saat ini baru mencakup 6 juta penerima program keluarga harapan (PKH), dan ditargetkan bisa menjadi 10 juta penerima di 2018.

  • Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Sumatera Barat membeberkan peredaran uang palsu cenderung menurun. Tercatat hingga tahun ini hanya 345 lembar uang palsu beredar di Sumatera Barat. Uang palsu paling banyak ditemukan di Kabupaten Pasaman.

  • Pengedar uang palsu biasanya memanfaatkan keadaan ramai transaksi perdagangan untuk melaksanakan aksinya, karena itu masyarakat supaya lebih waspada menjelang Natal. Cara mudah yang dapat dilakukan masyarakat untuk dengan cepat mengenali uang yang diterima, dikenal dengan 3 D (dilihat, diraba, diterawang).

  • Angka tersebut mengalami kenaikan 3,6 persen dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp 856 miliar. Endy menambahkan, hingga triwulan ketiga 2017, KPw BI Sumatera Barat juga telah memusnahkan uang tidak laik edar sebesar Rp 7,2 triliun. Dikatakanya, uang tidak laik edar itu seperti telah lusuh dan rusak.

  • Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir Oktober 2017 tercatat USD 341,5 miliar atau tumbuh stabil sebesar 4,8 persen secara year on year (yoy). Berdasarkan kelompok peminjam, pertumbuhan ULN didorong oleh peningkatan ULN sektor swasta dan sektor publik (pemerintah dan bank sentral).

  • Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo mengatakan perekonomian Indonesia di tahun 2018 akan terus membaik. Terutama, impor dan investasi yang akan menunjukkan perbaikan secara signifikan.

  • Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo mengatakan inflasi akan tetap terjaga sebab geliat kenaikan harga tersebut masih dapat dikendalikan, dan hanya bersifat sementara dalam rangka menyambut Natal dan Tahun Baru.

  • Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran BI, Eni Panggabean, mengatakan hingga kini pihaknya masih mengkaji pengurusan izin beberapa layanan jasa uang elektronik toko online. Eni menegaskan, pengurusan perizinan tersebut bukan hal main main.

  • Bank Indonesia (BI) mempersiapkan Rp 193,9 triliun untuk memenuhi permintaan uang masyarakat jelang periode Natal dan Tahun Baru. Jumlah tersebut terdiri dari uang Rupiah emisi 2016 sebesar Rp 125,8 triliun (65 persen) dan uang Rupiah selain tahun emisi 2016 sebesar Rp 68,1 triliun (35 persen).