'THE IMITATION GAME' Perjuangkan Hak Kaum Homoseksual

Senin, 16 Februari 2015 15:58 Sumber :
'THE IMITATION GAME' Perjuangkan Hak Kaum Homoseksual Benedict Cumberbatch sebagai Alan Turing/© Black Bear Pictures

Merdeka.com - Nampaknya perebutan posisi pemenang dalam kategori Best Actor dalam Oscar menyempit menjadi dua orang saja yaitu Eddie Redmayne (THE THEORY OF EVERYTHING) dan Benedict Cumberbatch (THE IMITATION GAME). Dua-duanya berperan sebagai dua orang tokoh terkemuka inggris Raya, Stephen Hawking dan Alan Turing. Namun dalam Golden Globes dan SAG 2015, Eddie mampu menandingi seniornya tersebut dengan meraih penghargaan di kategori Best Actor.

Namun, THE IMITATION GAME ternyata membawa misi tersendiri dalam filmnya yang mungkin akan berdampak dalam Oscar. Harvey Weinstein dan Benedict Cumberbatch telah mempromosikan film ini selama musim awards ini dengan angle yang cukup berbeda. Pilihlah film ini karena kami juga sedang berjuang untuk memberikan pengampunan kepada mereka yang dituduh bersalah hanya karena menjadi seorang gay. Taglinenya cukup menggetarkan, "Hargai film ini. Hargai orang ini. Dan hargai pergerakan untuk memberi keadilan kepada 49,000 lainnya."

Banyak kritikus yang mengatakan jika ini taktik memalukan yang 'dimainkan' oleh Harvey. Ia punya banyak catatan yang dianggap 'memalukan' salah satunya adalah merancang pertemuan antara Judy Dench dan Paus Benediktus saat mempromosikan film PHILOMENA (2013). Kini Harvey 'memainkan' kartu gay-nya untuk menarik perhatian.

THE IMITATION GAME menceritakan kisah Alan Turing, pria yang dikenal atas kejeniusannya memecahkan kode Enigma milik NAZI dan membuat Perang Dunia II berakhir lebih cepat dari yang diperkirakan. Namun, ia juga adalah seorang gay alias homoseksual. Ketika ia membuka jati diri yang sebenarnya, ia dituding melakukan tindakan yang kotor dan tidak senonoh. Ya, karena saat itu menjadi seorang homoseksual dipandang sebagai sesuatu yang ilegal.

Alan bukan satu-satunya yang dianggap bersalah karena menjadi seorang gay, masih ada 49,000 lainnya yang mengalami hal serupa. Benedict menulis surat terbuka kepada pemerintahan Inggris, memohon dengan sangat agar pemerintah mau memaafkan para homoseksual ini. Sayangnya, Pangeran William dan Putri Kate Middleton menolak permohonan ini dan menganggap bahwa kasus ini tak ada sangkut pautnya dengan pemerintah.

THE IMITATION GAME memang bukanlah satu-satunya film yang mengangkat tentang tema kultural atau politik. Masih ada SELMA yang juga mengajak warga dunia mengenal Bloody Sunday dan dua orang yang menjadi korban di dalamnya, Eric Garner dan Michael Brown. Namun, jika SELMA berbicara tentang satu kejadian tragis dan ketidakadilan, THE IMITATION GAME membuat banyak orang berpikir, what's wrong with being gay? Apakah promosi yang punya angle berbeda ini akan mampu mengantarkannya menyabet gelar Best Picture dalam Oscar? See you on 22 February!

(cin/tch)


Sumber: Kapanlagi.com
Topik berita Terkait:
  1. OSCAR 2015
  2. Film Box Office
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini