Ruu permusikan kisruh, iqbaal bahas human error, hal baik, hingga karier kongkret

Selasa, 12 Februari 2019 15:37 Sumber :
Ruu permusikan kisruh, iqbaal bahas human error, hal baik, hingga karier kongkret

Merdeka.com - Kisruh RUU Permusikan menuai reaksi beragam dari berbagai kalangan. Termasuk dari kalangan milenials seperti Iqbaal Ramadhan. Meski masih muda, tapi Iqbaal punya pendapatnya sendiri soal RUU ini.

Menurut Iqbaal yang punya rencana untuk kembali meneruskan pendidikannya ke Australia ini RUU Permusikan ini dibuat dengan tujuan yang baik. Termasuk untuk mengapresiasi musik sebagai wujud karya para musisi.

"Saya percaya kalau RUU Permusikan ini awalnya dirancang untuk sesuatu yang baik bagi musis. Karena saya selaku musisi mengapresiasi musik, juga saya mau musisi mendapatkan pengakuan dalam tata kenegaraan di Indonesia," katanya saat dijumpai di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (9/2/2019).

Human Error
Dibalik tujuan baik yang dimiliki oleh pemerintah itu, Iqbaal melihat adanya kesalahan manusia alias human error saat menyusun pasal-pasal yang masih berupa rancangan itu. Sehingga tidak heran jika kini muncul berdebatan dan kisruh antar musisi yang punya pendapat berbeda soal RUU ini.

"Cuma memang dalam perancangan dan namanya saja baru rancangan, jadi baru dibicarakan pasti ada human error. Memang di dalam pasal-pasal tersebut buat saya ada beberapa pasal yang rada menghilangkan esensi dari seorang musisi. Misalnya kebebasan pendapat, akhirnya bisa menjadi alasan untuk mengkambing-hitamkan atau mengadu domba dan lain lain. Mungkin pasal-pasal itu yang jadi perbincangan orang-orang di luar sana kalau RUU permusikan ini salah," sambung Iqbaal.

Banyak Hal Baik
Perdebatan yang muncul sejak munculnya RUU Permusikan ini disayangkan oleh pemeran utama film DILAN 1990-1991 ini. Menurut Iqbaal dibalik perdebatan yang ada RUU ini mengandung banyak kebaikan yang sebenarnya menguntungkan para musisi.

"Yang saya sayangkan adalah ketika RUU Permusikan ini ingin dirancang, ingin dibangun untuk musisi untuk memperbaiki status musisi Indonesia, lalu ada pasal-pasal yang baru dirancang (belum disahkan), masih bisa diobrolin tapi orang-orang melihat RUU Permusikan ini sudah salah semuanya. Padahal buat saya di dalamnya banyak hal yang baik. Misalnya mengenai hak-hak dan kewajiban kru musik, lalu tentang hak cipta. Itu banyak sekali (keuntungannya). Jadi, nanti kalau saya nulis lagu, lalu saya compose musik lagu sendiri di bayarnya kan beda-beda," lanjutnya.

Karier yang Kongkret
Keuntungan lain yang dilihat Iqbaal dari RUU Permusikan ini adalah karier yang kongkret. Iqbaal Ramadhan berpendapat kalau ada pasal yang memungkinkan para musisi untuk lebih dihargai secara profesi. Sehingga musisi dari segala usia tidak akan lagi mengalami diskriminasi dari pihak mana pun soal karier bermusik yang ditekuninya.

"Jadi, musik itu bisa menjadi sebuah karier yang kongkret. Tidak akan ada lagi pertanyaan (yang jatuhnya meremehkan musisi). 'Aku memang masih anak SMA, kenapa emang kalau mau jadi musisi?' Memang di dalamnya masih harus direvisi, cuma sayang sekali orang melihat RUU Permusikan ini semua salah, sedangkan itu namanya rancangan undang-undang (yang notabene belum final)," jelasnya.

Harapan Iqbaal dari RUU Permusikan
Menyadari kalau RUU Permusikan ini bisa memberikan harapan bagi para musisi Indonesia, Iqbaal menyampaikan harapannya. Ia ingin agar profesinya sebagai musisi sekaligus aktor bisa ditulis secara detail di KTP.

"Saya pengin nanti kalau di KTP tidak hanya ditulis sebagai seniman, tapi ditulis sebagai musisi koma aktor koma dan lain lain gitu atau mungkin pelukis atau pekerja seni yang lain tidak hanya ditulis sebagai seniman. Cukup luas kan ruang lingkupnya kalau seniman," pungkas Iqbaal Ramadhan.

(kpl/far/ren)

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Sumber: Kapanlagi.com

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini