Penampilan IBC, Komunitas Musik Bambu Asal Bandung Pukau Publik Malaysia

Kamis, 27 Juni 2019 16:11 Reporter : Dian Rosadi
Penampilan IBC, Komunitas Musik Bambu Asal Bandung Pukau Publik Malaysia Komunitas Musik Bambu/Dian Rosadi©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Indonesian Bamboo Community (IBC), komunitas yang membuat alat musik bambu asal Bandung diundang tampil dalam acara bertaraf internasional di Serawak, Malaysia. Acara bertajuk 'Sarawak Timber & SME Expo' ini digelar selama empat hari pada 27 - 30 Juni 2019 di Borneo Convention Center Kuching (BCCK).

Grup musik dari IBC bernama D'Bamboo Essential dipercaya tampil dalam upacara pembukaan (opening ceremony). Grup musik ini diperkuat sembilan personel yang memainkan alat musik bambu buatan IBC. Mereka berkolaborasi dengan Sam Udjo, anak dari pendiri Saung Angklung Udjo, Udjo Ngalagena.

Dalam penampilan pembuka, D'Bamboo Essential dan Sam Udjo membawakan dua lagu yakni lagu Melayu 'Selayang Pandang' dan 'Besame Mucho' milik Andrea Bocelli. Harmonisasi alat musik bambu yang dibawakan rupanya memukau para penonton yang memenuhi Borneo Convention Center Kuching (BCCK).

Ketua IBC, Adang Muhidin mengatakan, penampilan di Serawak, Malaysia ini merupakan penampilan yang kedua kalinya. Dua tahun lalu yakni pada 2017 pihaknya juga diundang oleh pemerintah Malaysia dalam acara yang sama.

2019 Merdeka.com

"Acara ini merupakan acara rutin 2 tahunan yang digelar oleh Kementerian Pengembangan Industri dan Pengusaha (MIED) dan Perusahaan Pengembangan Industri Kayu Sarawak (STIDC). Kami diundang oleh pemerintah Malaysia sudah dua kali untuk acara ini. Kalau tampil di Serawak kami sudah empat kali," kata Adang kepada Merdeka.com di Borneo Convention Center Kuching (BCCK), Serawak, Malaysia, Kamis (27/6).

Adang mengungkapkan, lewat acara ini pihaknya membawa misi budaya di luar negeri yakni memperkenalkan musik bambu ke seluruh dunia. Apalagi lewat inovasinya, banyak alat musik yang diciptakan dengan berbahan dasar bambu.

"Kami ingin membuat bambu naik kelas. Lewat bahan dasar bambu, banyak produk yang bisa dikembangkan. Alat musik bambu produksi kami justru lebih dihargai di luar negeri. Ini juga jadi kesempatan kami untuk lebih dikenal di mata dunia internasional," ungkapnya.

IBC yang juga produsen alat musik bambu seperti gitar, bass, drum, gambang hingga biola. IBC bahkan telah mengekspor produknya ke berbagai negara di seluruh dunia seperti Jepang, Inggris, Meksiko, Amerika Serikat, Belgia, Perancis, hingga Yunani.

"Jadi tidak hanya angklung tetapi banyak alat musik lain yang terbuat dari bambu seperti drum, gitar hingga biola bambu," ucap lulusan S2 Fachoechschule Suedwestfalen Jerman ini.

Dalam acara 'Sarawak Timber & SME Expo' tahun ini menampilkan lebih dari 400 stan dan 200 peserta pameran. IBC turut memamerkan karya alat musik dari bambu. Tak hanya alat musik, bahkan IBC turut membawa inovasi terbarunya yakni jam tangan berbahan dasar bambu. Jam tangan ini menjadi unik, karena berbeda dengan jam tangan pada umumnya yang dibuat dengan material stainless steel ataupun titanium. Produk ini diminati sejumlah pembeli dari luar negeri seperti India, Jepang, Inggris hingga Brazil.

"Inovasi produk dari kita yakni jam bambu turut kami bawa di pemeran kali ini. Jadi bukan hanya alat musik saja. Produk ini pun kami bawa saat pameran di Jerman bulan April lalu," kata Adang.

Peserta pameran 'Sarawak Timber & SME Expo' ini datang dari sejumlah negara seperti Cina, Vietnam, India, Thailand dan Brunei Darussalam. Acara dibuka langsung oleh Chief Minister of Sarawak Datuk Patinggi (Dr) Abang Haji Abdul Rahman Zohari Bin Tun Datuk Abang Haji Openg. [end]

Topik berita Terkait:
  1. Musik Indonesia
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini