Masuki tahun ke-10, JAFF makin solid dan fokus angkat film Asia

Rabu, 25 November 2015 17:58 Sumber :
Masuki tahun ke-10, JAFF makin solid dan fokus angkat film Asia Jogja NETPAC Film Festival/©www.jaff-filmfest.org

Merdeka.com - Selain FFI dan IMA (Indonesian Movie Awards), ada juga festival film yang cukup diperhitungkan di Asia yaitu JAFF atau Jogja NETPAC Film Festival. Tahun ini, festival yang didirikan oleh sineas Garin Nugroho ini sudah memasuki tahun ke-10.

Garin kembali menceritakan bagaimana pertama kalinya ia melatarbelakangi berdirinya JAFF. "Waktu itu gak ada festival film yang fokus ke Asia. Saya telpon Philip Cheah, kurator terbaik Asia. Bukan karena saya orang Jogja, (tapi memang) ada sumber daya dan komunitas. Waktu itu ada 75 komunitas (yang punya) kemampuan survival dan menghadapi resistensi besar," tutur Presiden JAFF ini saat ditemui di di kawasan Kebayoran, Jakarta Selatan, Selasa (24/11).

Ia juga menguak bahwa festival film ini adalah perlawanan terhadap krisis. "JAFF lahir ketika gempa Jogja. Hampir tiap sponsor menarik diri. Ini festival perlawanan terhadap krisis, industri yang mati. Tetap jalan untuk membangkitkan kehidupan di Jogja," ungkapnya.

masuki tahun ke-10, jaff makin solid dan fokus angkat film asia

Tahun ke-10 ini JAFF mengangkat tema (Be)Coming. Apa maknanya? "Menjadi Asia tidak mudah karena nilai-nilai budayanya. Saya yakin film Asia tetap hidup dibanding Eropa dan Amerika karena banyak keberagaman. Banyak dimensi, banyak krisis, tema, dilema. Asia gak perlu takut kehilangan filmmaker karena akan terus melahirkan karya personal," jelasnya.

Selain Garin, ada juga sineas Ifa Isfansyah, produser film SITI yang menyabet Piala Citra tahun ini. Menurut Direktur Eksekutif JAFF ini, ia berusaha untuk terus konsisten. "Berusaha konsisten tiap tahun karena karakter tidak terbentuk begitu saja, kultur sinema di Jogja, Indonesia dan Asia pada khususnya. Kita hidup dan kontinyu dari volunteer ada 50-100 orang," tambahnya.

Lalu, apa saja film yang akan diputar tahun ini? "Ada dari Bangladesh, Malaysia, Irak, India, Egypt, Irak, dan Timor Leste. Film pendek dikasih ruang yang lebar. Kalau mau lihat wajah film, lihat film pendeknya," kata Ismail Basbeth, sutradara MENCARI HILAL, yang menjabat sebagai Program Director JAFF. Kabar baiknya, dua film Indonesia, A COPY OF MY MIND karya Joko Anwar dan NAY karya Djenar Maesa Ayu, juga akan ikut berkompetisi, lho. Kosongkan jadwalmu mulai 1-6 Desember untuk nonton JAFF, ya.

(kpl/aal/tch)


Sumber: Kapanlagi.com
Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Film Indonesia 2015
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini