Lagu anak semakin langka, project pop : ingin kolaborasi dengan anak-anak

Jumat, 9 Maret 2018 14:31 Sumber :
Lagu anak semakin langka, project pop : ingin kolaborasi dengan anak-anak

Merdeka.com - KapanLagi.com Hari musik nasional jatuh hari ini (9/3/2018). Di momen ini 2 personel group band Project Pop, Udjo dan Tika membagikan harapan mereka tentang lagu anak yang semakin hari semakin hilang digerus lagu-lagu cinta orang dewasa. Rencana karir ke depan pun turut mereka utarakan.

Project Pop merupakan salah satu group band legendaris Indonesia. Dibentuk sejak tahun 1996, tahun ini Project Pop telah menginjak waktu kebersamaan mereka yang ke 22 tahun. Terbilang sebagai salah satu group band legendaris Indonesia, Project Pop hadir dengan konsep yang berbeda. Pasalnya lirik lagu yang mereka bawakan kental dengan unsur jenaka dan menghibur.

Ditemui di bilangan Jakarta Selatan (8/3/2018), Udjo dan Tika Project Pop membagikan rencana band mereka ke depan mengingat kini semua anggota Project Pop punya kesibukan masing-masing. €Kebetulan kita udah tua, jadi kita akan tetap bermusik, jawab Udjo.

Tika Panggabean juga memastikan bahwa Project Pop akan terus berkarya di dunia musik. €Kayaknya kalau bermusik selama kita diberi kemampuan untuk berkarya dan masih ada yang dengar, kita bikin aja terus. Terserah mau ada yang dengar atau enggak. Melanjutkan statementnya, Tika mengungkapkan bahwa bermusik itu menyenangkan. Sebenarnya bermusik itu tidak saja kita berkarya. Tapi bersenandung saja sudah merupakan sesuatu yang menyenangkan.

Sama menyenangkannya dengan dunia anak, Udjo mengungkap ketertarikannya kepada dunia anak. Terutama pada dunia musik anak. Udjo diketahui pernah menciptakan lagu anak. Lagu karangannya pun sukses meraih sebuah penghargaan. ... kebetulan kalau saya sudah pernah menyumbangkan satu lagu saya di group Hoyland anak. Namanya Super7. Waktu itu saya sempat buat satu materi. Awaknya lagu itu untuk project pop. Tapi setelah aku lihat, Kok kekanakan banget ya. Ternyata waktu itu jamannya boyband. Terus ada boyband anak, namanya Super7. Terus aku kasih ke mereka dan diterima. Dipakai oleh mereka dan ternyata alhamdulillah berakhir dengan dapat AMI Award sih.

Mengingat semakin hilangnya lagu anak-anak dari peredaran, Udjo pun menyampaikan kekecewaannya. Tapi memang gini, kelangkaan lagu anak memang harus menjadi perhatian semua orang. Melihat anak-anak menikmati lagu orang dewasa, kasihan sih.

Berkaitan dengan kelangkaan lagu anak, Tika mengatakan, ... lagu yang kita buat bisa relate untuk anak kecil. Misalnya Dangdut is The Music of My Country, Bukan Superstar. Itu bisa dinyanyikan oleh anak kecil.

Keinginan berkolaborasi dengan anak-anak pun turut diungkapkan oleh Tika. Secara keinginan untuk berkolaborasi dengan anak, sekarang pingin juga. Kemarin aku sama Udjo bikin sebuah lagu yang kita berpikir kalo lagu ini enggak kita pakai untuk Project Pop. Kita akan menawarkan ke Naura atau Neona, anaknya Nola (AB3). Tapi ternyata Project Pop sendiri melirik lagu itu.

Jadi kalau prinsip anak sekarang tuh kalau mau sukses harus berkolaborasi. Kita harus mengakui keberadaan Naura, Neona, atau beberapa teman-teman YouTubers yang memang jauh lebih muda dan punya penggemar di jamannya. Mereka harusnya memang digandeng. Tapi memang harus dipikirkan lagi,€ tambah Tika yang disusul oleh pernyataan Udjo, Sekarang sih belum. Tapi mungkin akan kita pikirkan.

Senada dengan Udjo yang prihatin atas kelangkaan lagu anak, Tika menyayangkan tindakan orang tua yang tidak memfilter lagu apa yang cocok didengarkan oleh anaknya. ... soal kelangkaan lagu anak, anak sekarang lebih suka denger lagu barat. Mau tahu atau tidak tahu artinya. Padahal seharusnya orang tua harus menyaring sekali apa yang didengarkan anak.

(kpl/far/ren)

Topik berita Terkait:
  1. Ngobrol Musik Ala KapanLagi.com®
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Sumber: Kapanlagi.com

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini