Kubu Sandy Tumiwa sebut kasus hukumnya cuma konspirasi

Kamis, 26 November 2015 15:37 Reporter : Dhea Nadira
Kubu Sandy Tumiwa sebut kasus hukumnya cuma konspirasi Sandy Tumiwa di Polda Metro Jaya. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Artis Sandy Tumiwa harus berurusan dengan pihak Kepolisian. Ia terjerat kasus penipuan investasi bodong senilai Rp 7 miliar.

Penyidik menduga kehidupan Sandy yang selalu berpindah-pindah usai bercerai dengan artis Tessa Kaunang merupakan caranya untuk menghindari pihak berwajib. Diketahui ia menyewa dua rumah kontrakan di daerah Palmerah, Jakarta Barat dan Tebet, Jakarta Selatan.

Menanggapi Hal itu, Kuasa Hukum Sandy Tumiwa, M. Ridwan mengatakan kliennya tidak ada maksud untuk melarikan diri.

"Klien saya itu koperatif. Dia tidak pernah ada upaya melarikan diri sekalipun. Bahkan setiap penyidik menelepon pasti dia akan angkat," ujar Ridwan kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Kamis (26/11).

Selain itu, lanjut Ridwan, dirinya membantah jika disebutkan uang yang ada di dalam rekening Sandy milik orang lain. Dana tersebut murni milik pribadi Sandy.

"Kami yakin 100 persen klien kami tidak bersalah," tuturnya.

Kuasa hukum Sandy yang lain, Sudharmono Saputra klaim dirinya menemukan beberapa kejanggalan, seperti adanya konspirasi terhadap kasus itu. Pasalnya, tuduhan tersebut sudah diarahkan kepada Sandy sejak tahun 2012 lalu. Namun, Sandy masih santai menghadapinya.

"Kalau ada kerugian segala macam seharusnya orang-orang yang melaporkan ini memberikan laporan berapa jumlah kerugian besarnya. Ada konspirasi soal hilangnya uang miliaran tersebut yang dibawa kabur oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dan berimbas pada Sandy," ujarnya.

Disinggung soal rekan bisnis Sandy, Cici yang juga tersangka salam kasus ini, tim kuasa hukum Sandy masih tidak berani berkomentar soal itu.

PT CSM Bintang Indonesia yang dipimpin Sandy Tumiwa ini merupakan perusahaan investasi uang yang proses kerjanya yaitu dengan cara menarik investor sebagai member di perusahaan tersebut. Pemilik menjanjikan keuntungan 18% hingga 40% kepada para investor, namun kenyataannya banyak investor yang mengalami kerugian milyaran rupiah. Salah satu korbannya ada pedangdung Annisa Bahar. [rhm]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini