Kuasa Hukum Dea Imut Merasa Ada Yang Janggal Terkait Raibnya Kamera Senilai 250 Juta

Kamis, 7 Desember 2017 15:11 Sumber :

Merdeka.com - Kejadian tidak mengenakkan yang dialami oleh mantan artis cilik Dea Imut atau yang kini dikenal dengan nama Dea Annisa tampaknya belum menemui titik terang. Berusaha melalui proses mediasi dengan jasa ekspedisi pengiriman yang berhubungan dengan raibnya kamera Dea Imut senilai Rp 252 juta, kini mereka harus melanjutkan proses tersebut ke jalur hukum. Hal tersebut terjadi lantaran pihak ekspedisi DHL Express tidak mau bertanggungjawab atas kerugian yang dialami oleh Dea.

"Tadi pas masuk ruang mediasi, yang kami temukan bukan mencari solusi, yang ada mereka langsung menolak, tidak mau mengganti dan masuk ke materi perkara. Makanya saya tadi cukup emosi, kenapa masuk perkara, tetapi kalau mau dibahas disini pun tidak masalah," ungkap Kuasa Hukum Dea, Henry Indraguna saat dijumpai di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (6/12).

Henry pun harus menceritakan ulang kejadian yang menimpa Dea Imut di dalam ruang sidang. Menurutnya, KTP yang diberikan oleh penerima saat mengambil kamera tersebut tidak sesuai. "KTP tersebut namanya terbalik, Suhadi (Toto), yang ambil Totok Suhadi. Saya harus ingatkan lagi kepada majelis dan rekan kami karena tadi ceritanya sepenggal-penggal dan tidak lengkap, maka saya mengulang lagi," tandasnya.

Dalam pembahasan sidang tersebut, Henry pun cukup kesal lantaran pihak asuransi dari ekspedisi terkait tidak mau mengganti barang milik Dea. Oleh karenanya, Henry masih bersikukuh untuk mengejar masalah tersebut dan mencari keadilan untuk kliennya.

Tak muluk-muluk, menurut penuturan Henry, Dea hanya ingin barang tersebut kembali atau diganti rugi sesuai dengan harga barang. "Kami sesuaikan aja, gak minta berlebihan, nanti dibilang meras, apa yang jadi hak kami yang kami tuntut, tidak ada yang lain," jelas Henry.

Namun, dari kejadian tersebut, Henry mencium sesuatu yang janggal terkait hilangnya kamera milik sang klien. Ia menduga ada kerjasama dari pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. "Kayaknya ada yg bikin KTP palsu, nggak tau mungkin kerjasama di dalam atau gimana. Yang jelas kok bisa info di luar tau? Kalau kami kirim jambu mede atau pepaya mungkin gak akan diambil, lho kok maling ini tau yang dikirim kamera mahal? Si maling modal juga bikin KTP terus datang ke DHL," pungkasnya.

(kpl/aal/tmd)

Topik berita Terkait:
  1. Kasus Hukum Seleb

Sumber: Kapanlagi.com
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.