Kena kanker payudara, Wanda Hamidah sempat down

Rabu, 22 Oktober 2014 13:51 Sumber :
Wanda Hamidah / KapanLagi

Merdeka.com - Aktris sekaligus politisi Wanda Hamidah tak menyangka kalau benjolan yang selama ini diduga benjolan air susu dan berada pada payudaranya adalah sebuah tumor jinak. Wanita yang pernah bermain di film Pengejar Angin tersebut baru mengetahuinya setelah memeriksakan diri ke dokter spesialis pada tahun 2010 lalu.

Ditemui di acara seminar Pink Ribbon Kanker Payudara yang diselenggarakan oleh Lions Tulip bersama GoldMart, Wanda pun mencoba untuk berbagi cerita kepada para tamu yang hadir saat itu. "Saya pikir benjolan itu hanya benjolan air susu. Tahun 2010, saya periksa payudara ke spesialis ongkologi. Lalu divonis tumor jinak," ujarnya di hotel Alila, Jakarta Pusat, Senin (21/10).

Mendapati dirinya mengidap tumor, Wanda tak berdiam diri. Ia memutuskan tuk mengatasinya dengan cara operasi.

"Setelah dokter bilang tumor jinak, besarnya 1,8 cm, tp potensi selalu ada. Saya kontrol 6 bulan sekali. Monografi. Des 2010, saya putuskan tumornya di angkat. Lega," paparnya.

Meski yang divonis oleh dokter adalah sebuah tumor jinak, namun hal tersebut tetap membuat dirinya sempat depresi. Setelah memutuskan operasi pun, Wanda tetap memperhatikan kondisinya dengan melakukan check-up bertahap.

"Down banget, walaupun jinak tetap down. Karena belum pernah ada keluarga kena tumor. Saya nangis, tiga hari sempat sedih dan pikirin anak-anak. Waktu masuk kamar operasi saja gitu, saya kan belum pernah. Padahal, saya makan sehat dan bergizi tapi tetep kena, terus operasi deh. Jadi bukan berarti tumor diangkat, kanker sembuh nggak bisa balik lagi. Kita harus peduli, karena kapanpun bisa kembali. Tiap tahun saya medikal cekup, usg payudara," kenang Wanda dengan nada sedih.

(kpl/gum/gtr)

Topik berita Terkait:
  1. Kanker Payudara
  2. Selebritis Sakit

Sumber: Kapanlagi.com
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.