Cerita Akbar 'Ajudan Pribadi', Dulu Jadi Pemulung Kini Kemana-mana Naik Private Jet

Sabtu, 30 November 2019 06:53 Reporter : Dian Rosadi
Cerita Akbar 'Ajudan Pribadi', Dulu Jadi Pemulung Kini Kemana-mana Naik Private Jet Akbar 'Ajudan Pribadi'/Youtube Denny Cagur. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Bagi para pengguna media sosial, pasti sudah asing lagi dengan nama 'Ajudan Pribadi'. Sosok pria bernama asli Akbar Pera Baharudin ini semakin dikenal publik lantaran foto-foto dan videonya bersama para pejabat tinggi hingga artis.

Tak hanya itu, dalam beberapa fotonya, Akbar 'Ajudan Pribadi' sedang berada di dalam private jet atau jet pribadi. Dia pun sering bepergian ke luar negeri terutama negara-negara di Eropa.

Diketahui jika Akbar 'Ajudan Pribadi' merupakan ajudan Sekjen Gapensi, Andi Rukman Karumpa. Akbar 'Ajudan Pribadi' belum lama ini menjadi perbincangan publik setelah memperlihatkan isi saldo ATM nya senilai Rp13 miliar. Namun siapa sangka sebelum seperti sekarang Akbar pernah hidup susah. Dia pernah menjadi kuli bangunan hingga pemulung.

1 dari 12 halaman

Jadi Kuli Bangunan

Akbar 'Ajudan Pribadi' mengaku jika dirinya pernah menjadi kuli bangunan. Pria asal Makassar ini pernah menekuni pekerjaan tersebut saat umurnya masih 14 tahun.

"Iya pedes banget hidup saya, dulu saya engga sekolah. Sekolahnya sampai kelas 2 smp saja. Orang tua saya ga bisa biayai. Kemudian ada yang panggil namanya Pak Indrawan seorang borongan di Palopo. Dipanggil (saya) sebagai kuli bangunan. Disitulah awal pertama punya motor. Saya cicil motor dari kuli bangunan. Saya umur 14 tahun jadi kuli bangunan. 2 tahun saya jadi kuli," kata Akbar di channel youtube Denny Cagur.

2 dari 12 halaman

Jadi Pemulung

Akbar pun mengaku jika dirinya sempat menjadi pemulung. Dia kerap mengambil barang-barang bekas bersama sang nenek.

"Pernah jadi pemulung waktu kelas 6 SD. Saya ngambil ngambilin-barang (bekas)," ucap Akbar.

3 dari 12 halaman

Jualan Kacang

Hingga kemudian Akbar pun sempat berdagang dengan berjualan kacang di sebuah tempat golf. Selain berjualan kacang, Akbar pun memiliki keahlian untuk memijat.

Dia kerap diminta memijat orang-orang yang selesai bermain golf. Orang-orang yang bermain golf di tempatnya tersebut merupakan orang-orang kaya raya. Hingga suatu waktu Akbar bertemu dengan seorang bos yang meminta jasanya dipijat. Dia ternyata menyukai pijatan dari Akbar. Bos tersebut datang dari Jakarta. Setiap datang ke Makassar selalu menelepon Akbar untuk minta dipijat sehabis main golf. Dari situlah awal mula perkenalan dengan bos yang kini menjadi majikannya. Hingga kemudian, Akbar diajak ke Jakarta.

"Jual kacang dulu di lapangan golf di Makassar. Jadi dagang kacang sambil mijit. Kalau main golf cape kan harus dipijit dulu. Yang kedua dia (bos) ngomong 'enak juga pijit kamu'. Kemudian dia ngomong nomor kamu berapa. Aku kasih tukeran nomor hp sama bos yang dipijit itu. Lama lama dia datang ke Makassar telepon aku. Lama lama ngobrol lah, dia menawarkan 'kamu mau ikut ke Jakarta'. Ada tujuh saudaranya bos itu setujui saya ikut ke Jakarta," kata Akbar.

4 dari 12 halaman

Jadi Tukang Bersih-bersih

Akbar pun akhirnya pindah ke Jakarta. Namun dia belum jadi ajudan sang bos seperti yang dijalaninya sekarang. Dia menjadi tukang bersih-bersih dulu. Saat itupun majikannya sudah memiliki ajudan.

"Jadi tahun 2017 saya ke Jakarta, baru banget 2 tahun yang lalu. Sebelumnya, diperbantukan buat tukang bersih bersih. Awalnya ga langsung jadi ajudan. Ajudan satu ini suka curi dolar engga jujur, jadi dipecat. Mau cari ajudan militer polisi engga mau dia (majikan). Akhirnya saya jadi ajudan," ucapnya.

5 dari 12 halaman

Terbiasa dengan Pola Hidup Mewah Sang Majikan

Memiliki bos tajir, Akbar juga turut merasakan hidup mewah. Majikannya kerap menaiki jet pribadi setiap kali bepergian.

"Disitulah kadang kadang norak. Namanya bos serba mewah. Saya foto-foto di mobil mewahnya, jet pribadi. Saya udah keliling negara naik jet pribadi ke Malaysia, Perancis, Jepang, Polandia, Rusia, Dubai," ucapnya.

6 dari 12 halaman

Kerap Diberi Barang-Barang Mewah

Akbar mengaku beruntung memiliki bos kaya raya. Dia kerap diberi barang-barang mewah dari ujung kepala hingga ujung kaki. Belum lagi dengan barang-barang mewah seperti handphone ataupun dalam bentuk uang dolar.

"Ya dikasih barang barang mewah, sepatu, iphone. Dikasih aja kita. Kalau bos kalau ke luar negeri ngasih buat Akbar," ungkapnya.

7 dari 12 halaman

Dekat dengan Pejabat Tinggi

Akbar pun kerap berfoto dengan para pejabat tinggi di negeri ini. Mulai dari mantan kapolri Tito Karnavian, Setkab Pramono Anung, M Iriawan dan para pejabat lainnya.

"Itu waktu ketemu di Senayan. Dipanggil mijit-mijit, lama-lama akrab. Sama temen-temen bos akrab. Mobil mewah pesawat mewah. Yang kita nikmati ini syukuri apa adanya,"kata Akbar.

8 dari 12 halaman

Bantu Keluarga

Hidup dengan serba mewah, tak membuat Akbar lupa diri. Dia kerap menyisihkan uang untuk membantu saudara-saudaranya di Makassar. Anak keempat dari enam bersaudara ini juga membiayai sekolah adik-adiknya.

"Bantu biaya semuanya, adik adik sekolah atau kakak yang mau melahirkan kita bantu rumah sakit," kata Akbar.

9 dari 12 halaman

Dekat dengan Nenek

Akbar pun dikenal dekat dengan sang nenek. Dia kerap memberikan uang dalam bentuk pecahan dolar kepada sang nenek. Belum lama ini sang nenek kata Akbar sempat sakit.

"Sekarang umurnya 74. Kalau ke luar negeri pasti dapat (uang) dari bos. Selalu saya selip buat dia (uang dolar)," kata Akbar.

10 dari 12 halaman

Keluarga Bangga

Keluarga pun kata Akbar bangga dengan apa yang dijalaninya saat ini. Apalagi dia bisa berkenalan dengan kalangan pejabat hingga artis.

"Merasa bangga kok bisa sampai disini kenalan," ucap Akbar.

11 dari 12 halaman

Menolak Tampil di TV

Satu yang unik, Akbar pun mendapat berbagai undangan untuk tampil di tv. Namun dia menolaknya.

"Kalo kita menjadi artis, banyak yang ngomong kita sombong. Kita tetap ajudan ajudan aja," ungkapnya.

12 dari 12 halaman

Bersyukur dan Tidak Lupa Sedekah

Akbar mengaku jika dia bersyukur dengan apa yang dia jalani saat ini sebagai seorang ajudan. Salah satu kunci kelancaran rezeki kata AKbar yakni jangan lupa bersedekah.

"Kalau ikut sama orang jangan pernah jadi penjilat, ikut-ikut aja terus jangan mikir yang aneh aneh insyallah mungkin rezeki lancar. Banyakin sedekah pasti ada aja rezeki muncul. Harus bersyukur, kita engga tahu dikasih umur sampai kapan," katanya. [end]

Baca juga:
Pijat Kaki Mantan Kepala BIN Hendropriyono, Sepatu Ajudan Pribadi Jadi Sorotan
Ajudan Pribadi Pamer Saldo ATM, Angka nya Fantastis Capai Rp13 Miliar

Topik berita Terkait:
  1. Ajudan Pribadi
  2. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini