Buku puisinya difilmkan, capaian tertinggi perjalanan karir Prilly Latuconsina

Sabtu, 24 Maret 2018 18:43 Sumber :
Buku puisinya difilmkan, capaian tertinggi perjalanan karir Prilly Latuconsina

Merdeka.com - Prilly Latuconsina mengaku puas terhadap perkembangan film Indonesia. Karena kini banyak film Indonesia yang berkualitas box office. Mengingat dulu banyak yang beranggapan bahwa film yang bagus belum tentu laku, dan film yang laku belum tentu bagus.

Namun kini, menurut Prilly sendiri film yang bagus sudah pasti akan laku. Ia menganggap masyarakat Indonesia sudah pintar untuk memilih. Dapat menentukan mana film yang berkualitas dan mana yang tidak.

"Balik lagi ke selera. Karena kualitas sebuah film itu ditentukan sama penonton itu sendiri. Misalnya saya nonton satu film, menurut saya berkualitas tapi menurut temen saya, 'ah nggak biasa aja'. Jadi itu tergantung pandangan orang melihat kualitas film itu dari segi apa," ucap Prilly Latuconsina saat ditemui di Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (24/3/2018).

Prilly merasa film yang berkualitas adalah film yang dilihat dari prosesnya. Apalagi jika setiap pemain menghargai proses dengan mendalami karakter yang diperankan. Kemudian menghargai dari segi proses pengambilan gambar dan segala sesuatunya. Setiap pembuatan film yang menghargai suatu proses, film tersebut akan berkualitas.

Film yang berkualitas sama halnya dengan sebuah akting. Sama-sama menurut selera pribadi masing-masing. Apalagi setiap pemain pasti punya cara tersendiri dan warna dalam berakting. Jadi memang para pemain juga merupakan kunci keberhasilan suatu film.

"Memang penentuan film itu memang sangat melekat sama si aktor sendiri dengan berakting. Jadi kalo misalnya disuruh menanggapi akting itu gimana sebenernya soal selera sih. Ada yang suka warna akting seperti ini, ada juga warna akting seperti ini," ucap gadis kelahiran 1996 ini.

Dalam waktu dekat ini Prilly akan bermain dalam film dari buku kumpulan puisinya sendiri. Ya, buku puisi Prilly tersebut akan diangkat ke layar Lebar. Hal ini menjadi pencapaian tertinggi dari Prilly selama karir hidupnya. Ia begitu senang karena ada yang mengapresiasi buku tersebut.

"Judulnya 5 Detik dan Rasa Rindu. Sebenernya itu buku puisi, ternyata buku puisi itu masih diapresiasi, Alhamdulillah," ucap Prilly.

Puisi tersebut Prilly akui ia buat dari hati. Puisi-puisi yang ia tulis dari SMA. Untuk pemainnya, ia sendiri yang akan berperan dan untuk pemeran laki-lakinya masih ia rahasiakan.Â

(kpl/far/gen)


Sumber: Kapanlagi.com
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini