Angkat tema kehidupan sosial, fregat rilis 'roboh' sebagai pijakan pertama

Senin, 26 Agustus 2019 11:17 Sumber :
Angkat tema kehidupan sosial, fregat rilis 'roboh' sebagai pijakan pertama

Merdeka.com - Tak bisa dipungkiri dunia musik Indonesia dewasa ini makin berkembang dan menarik. Hal ini bisa dibuktikan dengan hadirnya wajah-wajah baru di industri musik Indonesia. Baik dengan project solo, band, atau trio vokal, mereka hadir dengan membawa musik dengan cirinya masing-masing.

Salah satu wajah baru yang hadir adalah Fregat, band yang digawangi Bambu (vokal, guitar), Agung (bass, vokal), Rey (guitar, vokal) dan Kribil (drum, vokal). Fregat sendiri adalah jenis kapal perang, yang diciptakan untuk mampu melakukan pelayaran jarak jauh dan mempertahankan diri dari serangan musuh. Nama Fregat yang sederhana pun dipilih untuk bisa mewakili kepribadian empat personil dalam bermusik yang mengusung musik rock.

Roboh tercipta dari sebuah gambaran sosial tentang segala keresehan dari masyarakat akar rumput. Di mana, keresahan yang dirasakan oleh mereka suatu saat akan menjadi bom waktu untuk melawan demi sebuah tujuan hidup yang lebih baik.

"Single Roboh bercerita tentang potret sosial di akar rumput yang menyimpan kegelisahan, amarah, dan kejengahan terhadap suatu keadaan dan ketimpangan. Sehingga suasana itu sewaktu waktu bisa meledak dan menimbulkan kekacauan," ungkap Rey saat ditemui di My Resicende, Bekasi, beberapa waktu lalu.

<img src="https://cdns.klimg.com/resized/670x/p/fp-fregat-1.jpg" border="0" />

Menariknya, semua personil Fregat memiliki pekerjaan tetap baik pegawai swasta ataupun pegawai pemerintahan. Dengan pekerjaan mereka, proses rekaman yang dilewati pun menarik untuk dibahas. Menghabiskan waktu sekitar 12 jam untuk rekaman, semua personilnya harus segera pergi ke kantor masing-masing di pagi hari.

"Proses rekaman kemarin cukup seru dan mendebarkan. Serunya karena kita masing-masing merasakan kembali suasana rekaman setelah sekian waktu yang cukup lama dan dengan formasi yang berbeda tentunya. Mendebarkan karena kita rekaman hari Sabtu jam 17.00 s.d hari Minggu jam 04.30, jadi balik rekaman langsung pada ngantor," tutur Rey.

Meski disibukan dengan pekerjaan di luar musik, semua personil Fregat punya prioritas yang sama dalam bermusik."Berkarya lewat musik adalah renjana kami sejak remaja, sekarang ini caranya bisa beragam misalnya solo, choir atau apalah. Tapi kami lebih milih lewat band karena selain passion, ngeband itu ngewakilin kepribadian kami," kata Rey.

"Banyak band karbitan yang justru mendapat respons lebih cepat. Ironisnya, mereka cukup berani memasrahkan hidupnya lewat musik. Dalam kondisi seperti sekarang kami memutuskan untuk tetap serius berkarya lewat musik (hidup untuk musik bukan sebaliknya), semoga kedepannya industri musik di Indonesia bisa lebih baik lagi dan menjadi tempat yang pantas bagi musisi-musisi cadas Tanah Air," lanjut Rey menjelaskan.

Setelah Roboh, Fregat dipastikan bakal merilis single lain di tahun ini. Kehidupan sosial menjadi benang merah dalam setiap lagu Fregat selanjutnya.

(kpl/pur/tdr)


Sumber: Kapanlagi.com
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini