LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Tiga investor otomotif Jepang khawatir upah buruh di Indonesia

BKPM menjawab, pemerintah saat ini sedang memfinalisasi peraturan penaikan upah buruh setiap lima tahun.

2015-08-01 17:41:07
BKPM
Advertisement

Pemerintah terus mendorong investasi komponen otomotif di Tanah Air. Untuk itu, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani telah bertemu tiga perusahaan komponen mobil di Jepang, kemarin.

Menurut Franky, ketiganya berkomitmen menanamkan modalnya di Indonesia. Bahkan, salah satunya sudah berencana memperluas investasi senilai USD 72 juta untuk meningkatkan produksinya hingga 47 persen.

Investasi tersebut diperkirakan membutuhkan tenaga kerja hingga 10 orang orang.

Advertisement

Namun, ketiganya masih menyoalkan formula penentuan penaikan upah buruh yang tidak bisa diprediksi besarannya.

"Ketiga perusahaan tersebut mempertanyakan tentang kenaikan upah buruh yang dapat mencapai 30 persen-50 persen," kata Franky dalam siaran pers, Sabtu (1/8).

Terkait itu, menurut Franky, pihaknya menjelaskan, pemerintah saat ini sedang memfinalisasi peraturan penaikan upah buruh setiap lima tahun.

Advertisement

Selain itu, BKPM juga mendorong ketiga industri komponen tersebut menjajaki lokasi investasi di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Di dua daerah itu, upah buruh tak setinggi Jawa Barat.

Sekedar informasi, pemerintah memang berambisi mengembangkan industri komponen. Ini lantaran dapat menyerap tenaga kerja besar, berorientasi ekspor sekaligus dapat mengurangi impor komponen yang dibutuhkan oleh industri otomotif nasional.

(mdk/yud)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.