LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Taspen Life Target Nasabah Milenial Naik Jadi 10 Persen Tahun Ini

Vice President Group Sales Taspen Life Yadi Nurdin menyatakan, saat ini dari realisasi premi Taspen Life sebesar Rp1,4 triliun, jumlah nasabah milenial baru menyentuh angka di bawah 5 persen. Tahun ini, nasabah milenial ditargetkan menjadi 10 persen dari jumlah keseluruhan nasabah perusahaan.

2020-02-18 14:37:59
Taspen
Advertisement

Vice President Group Sales Taspen Life Yadi Nurdin menyatakan, saat ini dari realisasi premi Taspen Life sebesar Rp1,4 triliun, jumlah nasabah milenial baru menyentuh angka di bawah 5 persen. Tahun ini, nasabah milenial ditargetkan menjadi 10 persen dari jumlah keseluruhan nasabah perusahaan.

"Kami berharap ada peningkatan masuk ke 10 persen, itu bisa menjadi satu bagian mereka join dengan asuransi sampai akhir tahun," ujar Yadi di Kementerian BUMN, Selasa (18/02).

Berbagai cara dilakukan Taspen Life untuk menggaet milenial menjadi nasabah, baik secara grup maupun individu. Salah satunya dengan melakukan kolaborasi dengan pihak-pihak yang dekat dengan milenial, misalnya Traveloka sebagai platform penyedia akomodasi dan transportasi serta halofina sebagai perencana keuangan.

Advertisement

Yadi menyatakan, Taspen Life akan melakukan literasi kepada milenial bahwa mengasuransikan kehidupan mereka sejak dini sangat penting. Jika milenial mau dan disiplin menyisihkan tabungannya sebesar Rp 350.000 per bulan, maka setelah pensiun mereka bisa mendapatkan dana sampai Rp 350 juta.

"Biasanya milenial kan belum berpikir tentang asuransi. Maunya berpikir punya motor, mobil, belum kepikiran untuk nanti dapat dana saat pensiun. Tinggal bagaimana meliterasikannya, mulai asuransi sekarang jangan ditunda-tunda," ujar Yadi mengakhiri.

Advertisement

Taspen Syariah

Direktur Utama PT Taspen, Antonius NS Kosasih mengatakan, pihaknya akan membentuk unit investasi syariah pada semester I-2020. Pembentukan tersebut dengan melihat besarnya peluang pasar di Indonesia, di mana 90 persen penduduk Indonesia beragama islam.

"Kita harapkan di semester I ini kita launching. Tujuan kita terutama 3 hal. Pertama, kita sadar betul dan paham bahwa mayoritas penduduk Indonesia lebih dari 90 persen itu umat muslim. Kita ingin memberikan opsi investasi yang lebih syariah," ujarnya di Gedung Taspen, Jakarta, Senin (27/1).

Kedua, saat ini sudah ada beberapa kota nasabah Taspen yang telah menerapkan sistem keuangan berbasis syariah. Adapun dua kota tersebut antara lain Aceh dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Kalau kita lihat, Aceh dan NTB sudah menerapkan sistem keuangan syariah. Nah berkaca dari sana, jangan sampai orang mikir saya nggak bisa terima uang pensiunan karena tidak syariah. Oleh karena itu kita mau supaya itu bisa diakomodir," paparnya.

Ketiga, investasi syariah cocok untuk investasi jangka panjang dan tidak mudah goyah. Meski demikian, imbal hasil yang diperoleh tidak sebesar investasi pada umumnya atau konvensional.

"Kalau melonjak tidak setinggi (investasi) yang bukan syariah. Tapi kalau pun dia turun tidak sedalam non-syariah. Jadi lebih stabil untuk main jangka panjang dan lebih bagus kalau syariah," tandasnya.

(mdk/did)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.