Punya Harta Berlimpah, Elon Musk dan Mark Zuckerberg Justru Pilih KPR daripada Cash Buat Beli Rumah
Mengapa opsi KPR dipilih dua orang kaya itu untuk beli rumah? Berikut jawabannya.
Meski menjadi orang terkaya di dunia dengan kekayaan yang diperkirakan mencapai USD703 miliar, Elon Musk ternyata tetap menggunakan kredit pemilikan rumah (KPR) untuk membeli properti.
CEO Tesla itu tercatat memiliki sejumlah pinjaman jumbo, termasuk kredit senilai USD61 juta dari Morgan Stanley untuk membiayai lima properti di California.
Nilai tersebut memang sangat kecil dibanding total kekayaannya, tetapi langkah itu dinilai sebagai strategi keuangan yang umum dilakukan kalangan superkaya.
Hal serupa juga dilakukan CEO Meta, Mark Zuckerberg. Ia pada 2012, melakukan KPR untuk membeli rumah di Palo Alto.
Mengapa Orang Super Kaya Justru KPR
Para ahli keuangan menjelaskan bahwa sebagian besar kekayaan miliarder tidak disimpan dalam bentuk uang tunai, melainkan berada dalam investasi, saham, dan obligasi.
“Individu dengan kekayaan sangat tinggi memandang likuiditas dan leverage secara berbeda. Mereka lebih memilih uangnya tetap bekerja di investasi, bisnis, atau aset lain daripada terkunci dalam satu properti,” kata Miltiadis Kastanis, Direktur Penjualan Compass dikutip dari Fortune, Selasa (9/6/2026).
Menurut Kastanis, selama imbal hasil investasi lebih tinggi dibanding bunga pinjaman, mengambil kredit justru menjadi pilihan yang lebih rasional.
“Ini bukan soal biaya pinjaman, melainkan bagaimana mengoptimalkan penempatan aset,” ujarnya.
Selain itu, bunga KPR di sejumlah negara juga dapat memberikan keuntungan pajak. Dalam kondisi inflasi tinggi, utang jangka panjang bahkan menjadi lebih ringan karena nilai uang terus tergerus dari waktu ke waktu.
Pendiri perusahaan broker hipotek Enness Global, Islay Robinson, mengatakan kredit juga membantu optimalisasi pajak karena bunga pinjaman dapat dikurangkan dalam perhitungan tertentu.
Praktik tersebut dikenal dengan istilah “buy, borrow, die”, yakni mengumpulkan aset yang nilainya terus naik, meminjam uang dengan jaminan aset tersebut, lalu mewariskannya kepada ahli waris tanpa harus merealisasikan keuntungan investasi selama hidup.
Bagi masyarakat umum, para ahli menilai pelajaran utamanya bukan meniru langkah para miliarder, melainkan memahami pentingnya menjaga fleksibilitas keuangan.
“Kadang keputusan finansial terbaik bukan melunasi semuanya sekaligus, melainkan memastikan uang tetap produktif dan bekerja untuk Anda,” kata agen properti Maui Elite Property, Evan Harlow.