LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

PT INTI Masuk Daftar BUMN yang Terancam Ditutup, Ini Penyebabnya

PT INTI berpotensi dibubarkan karena masalah keuangan dan tata kelola yang buruk.

Minggu, 24 Mei 2026 17:05:14
bumn
Kepala BP BUMN, Dony Oskaria (Foto: BP BUMN) (© 2026 Liputan6.com)
Advertisement

PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero), yang lebih dikenal sebagai PT INTI, kini berada dalam ancaman pembubaran sebagai perusahaan milik negara. Masalah keuangan yang dihadapi serta lemahnya tata kelola perusahaan menjadi alasan utama dalam evaluasi terhadap keberlangsungan perusahaan ini. Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa banyak perusahaan negara mengalami kesulitan akibat tata kelola yang tidak optimal. Hal ini berujung pada meningkatnya beban operasional yang berpotensi mengganggu kelangsungan bisnis perusahaan tersebut.

"Dulu banyak BUMN-BUMN terkenal kalau di Bandung itu ada PT Inti yang kita sangat terkenal sekarang menghadapi persoalan mungkin akan kita tutup juga," ungkap Dony dalam acara Jogja Financial Festival, sebagaimana dikutip pada Minggu (24/5/2026). Saat ini, BP BUMN bersama Danantara sedang berupaya untuk menata dan menyederhanakan struktur perusahaan-perusahaan negara. Target mereka adalah memangkas jumlah entitas BUMN menjadi sekitar 250, dengan fokus pada bisnis inti dan sektor-sektor strategis.

Selain PT INTI, Dony juga menyoroti masalah keuangan yang dialami oleh sejumlah BUMN lainnya, seperti Djakarta Lloyd dan Krakatau Steel. Ia menjelaskan bahwa pengelolaan yang tidak terintegrasi menjadi salah satu faktor utama yang menyulitkan pemulihan perusahaan-perusahaan tersebut.

"Karena tidak ada mekanisme untuk membantu satu BUMN dan BUMN lain, menyebabkan sulit untuk kita melakukan perbaikan," katanya, menegaskan pentingnya kolaborasi dalam perbaikan tata kelola perusahaan-perusahaan milik negara.

Advertisement

Beroperasi Secara Independen

Kepala BP BUMN, Dony Oskaria (Foto: BP BUMN) © 2026 Liputan6.com

Dony menjelaskan bahwa sebelum kehadiran Danantara, pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berlangsung secara terpisah. Hal ini menyebabkan perusahaan-perusahaan yang mengalami kesulitan tidak memiliki mekanisme dukungan yang cukup.

"BUMN sebelumnya itu berdiri sendiri-sendiri ini yang banyak orang tidak tahu sebetulnya Kementerian BUMN itu bukan pemilik daripada BUMN tetapi Kementerian BUMN hanya punya kuasa kelola," ujarnya.

Advertisement

Dia menambahkan, "Kemudian akibat daripada pengelolaan yang tidak terintegrasi satu sama lain itu, kemudian banyak BUMN-BUMN kita yang menghadapi permasalahan tidak bisa dibantu tidak bisa diselamatkan."

Dengan demikian, jelas bahwa kurangnya integrasi dalam pengelolaan BUMN berdampak pada ketidakmampuan untuk memberikan bantuan yang diperlukan kepada perusahaan yang menghadapi masalah. Hal ini menunjukkan pentingnya adanya sistem yang lebih terkoordinasi untuk memastikan keberlangsungan dan kesehatan BUMN di Indonesia.

180 BUMN Terorganisir dengan Baik

Sebelumnya, Dony mengungkapkan bahwa sebanyak 180 perusahaan negara telah mengalami penataan melalui berbagai skema, termasuk konsolidasi, restrukturisasi, divestasi, dan pembubaran. Langkah ini diambil bersama Danantara Asset Management (DAM) sebagai bagian dari transformasi menyeluruh yang dilakukan pada perusahaan negara.

"Hingga saat ini, sebanyak 180 perusahaan di bawah payung BUMN telah ditata melalui berbagai skema. Mulai dari konsolidasi, restrukturisasi, divestasi, hingga pembubaran," ujar Dony. Dia menegaskan bahwa tujuan dari transformasi BUMN adalah untuk menyederhanakan struktur korporasi, mengurangi tumpang tindih dalam bisnis, serta memastikan setiap perusahaan dapat fokus pada bisnis inti mereka.

Advertisement

"Streamlining BUMN harus memastikan setiap perusahaan fokus pada bisnis inti, memiliki tata kelola yang kuat, dan mampu memberikan nilai tambah yang nyata bagi negara dan masyarakat," tutup Dony.

Berita Terbaru
  • Kucing dan Anjing Liar Sering Masuk Rumah? Waspadai 4 Risiko Penyakit Ini
  • 6 Foto Tangga Rumah Gen Halilintar di Jakarta, Mewah Bak Istana Dongeng
  • Laporan Aljazeera: 51 Negara Kirim Senjata ke Israel Selama Genosida di Gaza, Ini Daftar 5 Negara Terbanyak
  • Banjir Terjang Babakanmadang, 138 Rumah Warga Terdampak Luapan Kali Cijayanti
  • Dua Tahun Menggantung, Kasus Siswi SLB Hamil di Kalideres Belum Terungkap, Polisi: Masih Proses Pemanggilan
  • berita update
  • bumn
  • danantara
  • konten ai
  • pt inti
Artikel ini ditulis oleh
Editor Pandasurya Wijaya
A
Reporter Arief Rahman Hakim, Arthur Gideon
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.