Produksi minyak Pertamina masih di bawah target
Empat perusahaan minyak asing juga tidak bisa penuhi target produksi tahun ini.
Pertamina menjadi salah satu perusahaan minyak yang gagal memenuhi target produksi minyak yang ditetapkan oleh pemerintah. Hingga saat ini, produksi minyak Pertamina hanya mencapai 127.602 barel per hari. Padahal dalam APBN P, perusahaan pelat merah ini ditargetkan untuk memproduksi 132.000 barel per hari.
Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) Raden Priyono mengatakan terdapat lima produsen utama minyak Indonesia belum memenuhi target. Produsen minyak terbesar Indonesia, Chevron Pacific Indonesia (CPI) termasuk salah satunya.
Dalam target APBN P, CPI dipatok berproduksi sebanyak 355.000 bph. Sedangkan dalam WP&B (Work Program & Budget), CPI ditargetkan berproduksi sebanyak 341.010 bph. Saat ini produksinya mencapai 344.584 bph," ujar Priyono dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI, di Gedung DPR RI, Jakarta Rabu (17/10).
Selain CPI, Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) lain yang belum memenuhi produksi antara lain Chevron Pacific Indonesia (CPI), PT Pertamina, Total E&P Indonesie, ConocoPhilips dan Mobil Cepu Ltd.
Priyono memperinci, Total E&P Indonesie tahun ini ditargetkan dalam APBN bisa memproduksi 77.000 bph. "Saat ini produksi Total mencapai 67.478 bph," papar Priyono.
Kemudian, lanjutnya, ConocoPhilips Indonesia baru memproduksi 44.863 bph. Padahal target APBNP sebanyak 48.100 bph. "Lalu, Mobil Cepu Ltd juga belum memenuhi target produksinya di APBNP. Saat ini produksinya hanya mencapai 21.873 bph. Sedangkan dalam APBN dipatok berproduksi sebanyak 27.000 bph," tegasnya.
Sedangkan Pertamina dipatok berproduksi sebanyak 132.000 bph dan dalam WP&B dipatok 130.397 bph. "Sedangkan produksinya saat ini baru mencapai 127.602 bph," pungkasnya.
Hingga saat ini, produsen minyak di Indonesia hanya mampu menghasilkan minyak 870.000 barel per hari. Padahal dalam APBN Perubahan 2012 produksi minyak ditargetkan mencapai 930.000 bph (bph).
(mdk/rin)