LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Pengembangan PLTS Atap Berpotensi Bikin PLN Kehilangan Pendapatan Rp5,7 T

Kementerian ESDM memasang target kapasitas terpasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap sebesar 3,6 Giga Watt (GW) pada 2025. Target ini akan berdampak pada sejumlah sektor, termasuk pengusahaan listrik dengan berkurangnya potensi pendapatan PT PLN (Persero).

2021-08-27 12:40:32
PLTS
Advertisement

Kementerian ESDM memasang target kapasitas terpasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap sebesar 3,6 Giga Watt (GW) pada 2025. Target ini akan berdampak pada sejumlah sektor, termasuk pengusahaan listrik dengan berkurangnya potensi pendapatan PT PLN (Persero).

"Dari pengusahaan listrik, betul bahwa nanti akan berpotensi mengurangi pendapatan PLN. Kalau kita misalnya hitung angkanya di 3,6 GW, ini berkurangnya Rp 5,7 triliun atau sebesar 2,21 persen per tahun. Tapi ini bukan kerugian, ini adalah potensi berkurangnya pendapatan dari konsumen yang memanfaatkan PLTS Atap," kata Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana, dalam konferensi pers Pemanfaatan PLTS Atap, Jumat (27/8).

Dadan menjelaskan, pemerintah akan mencapai target tersebut secara bertahap, termasuk terus berdiskusi dan mencapai kesepakatan dengan pihak PLN mengenai target tersebut. "Sehingga tidak terjadi shock dalam sisi penyediaan listriknya, tapi kami menargetkan 3,6 GW ini kira-kira adalah 5 persen dari kapasitas pembangkit listrik yang ada di PLN. Jadi berasal dari dari sektor pemerintah, sosial, Rumah Tangga, bisnis, dan industri," tuturnya.

Advertisement

Dampak lain dari pengembangan PLTS Atap sebesar 3,6 GW juga akan bersinggungan dengan pengurangan pemakaian Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), yakni pengurangan penggunaan batubara sebesar 2.978.813 ton. Selain itu juga akan berdampak pada penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 4,58 juta ton CO2e.

Kemudian dari sisi ekonomi, disebut akan terjadi penambahan tenaga kerja menyusul pembangunan PLTS Atap yang berpotensi menyerap 121.500 orang tenaga kerja. Selain itu, diproyeksikan akan ada potensi investasi baru sebesar Rp 45 triliun sampai Rp 63,7 triliun untuk pembangunan fisik PLTS, serta Rp 2,04 triliun sampai Rp 4,08 triliun untuk pengadaan KWh Exim (exspor-impor).

Lalu dari sisi keuangan negara, kata Dadan, akan terjadi penurunan subsidi dan kompensasi. Penambahan PLTS Atap sebesar 3,6 GW dapat menurunkan BPP sebesar Rp 12,61/kWh, yang berpotensi mengurangi subsidi sebesar Rp 0,9 triliun dan kompensasi Rp 2,7 triliun.

Advertisement

Selain itu juga akan menyebabkan pergeseran dari industri ke Green Product, dengan terciptanya industri yang lebih hijau. "Jadi ini semua dari sisi dampak secara nasional," ungkap Dadan.

Reporter: Andina Librianty

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Ponpes dan Rumah Ibadah Pakai Listrik Surya, Suar Pemanfaatan Energi Ramah Lingkungan
Perlu Solusi Komprehensif agar Revisi Aturan PLTS Atap Tak Bebani APBN
4 Catatan Bila Ingin Rencana Pengembangan PLTS Atap Berhasil
Tanggapi PLTS Atap Pemerintah, Pakar Unpad Beri Syarat Ini agar Penerapan Berhasil
Pemerintah Diminta Libatkan 4 Pihak Ini dalam Program Penggunaan PLTS Atap
Regulasi PTLS Atap Disebut Berpotensi Bikin Tarif Listrik Naik

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.