OJK intensifkan tugas satgas investasi cegah kasus First Travel terulang
OJK intensifkan tugas satgas investasi cegah kasus First Travel terulang. Selain itu, OJK akan gencar mengedukasi masyarakat agar mengerti tata cara bekerja sama dengan lembaga keuangan. Wimboh juga meminta masyarakat melapor bila menjadi korban investasi bodong.
Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoto, berjanji akan semakin menggenjot tugas satuan tugas (satgas) investasi guna mencegah kasus First Travel terulang. Selain itu, OJK akan gencar mengedukasi masyarakat agar mengerti tata cara bekerja sama dengan lembaga keuangan.
"Satgasnya akan kita efektifkan, intensitasnya dan mencover masyarakat yang lebih banyak dan Satgas ini kan seluruh instansi terkait, dan ini bersama-sama lah kita melakukan sosialisasi dan edukasi untuk masyarakat," terangnya di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta, Selasa (22/8).
Wimboh juga meminta masyarakat melapor bila menjadi korban investasi bodong. "Kalau anda merasa dirugikan dilaporin saja jumlahnya berapa kita lihat nanti. Pokoknya masyarakat tenang kalau dirugikan tolong lapor nanti kita fasilitasi, mediasi," kata Wimboh.
Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Nurhaida, menambahkan selama ini sudah banyak upaya dilakukan untuk mengawasi persoalan investasi bodong.
"Upaya yang dilakukan selama ini sudah banyak sekali, jadi seperti diketahui investasi bodong itu yang dilakukan secara ilegal," tandas Nurhaida.
Baca juga:
DPR minta pemerintah audit biro jasa umrah dan haji
First Travel tipu jemaah dengan umrah murah fasilitas bintang lima
Utang First Travel sementara capai Rp 118,7 miliar
First Travel kantongi Rp 848.700.100.000 duit jemaah yang belum diberangkatkan
Bos OJK soal kasus First Travel: Ini menjadi pelajaran berharga
Zalimnya bos First Travel pakai uang jemaah buat tumpuk kekayaan
Dari daftar 72.000 jemaah, baru 14.000 diterbangkan First Travel