Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Rp15.715/USD Dipicu Buruknya Ekonomi Amerika Serikat
Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengungkapkan, faktor eksternal menjadi dalang utama penyebab tertekannya nilai tukar Rupiah, karena Amerika Serikat (AS) baru saja merilis buruknya kinerja ekonomi akibat pandemi covid-19.
Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) bergerak melemah pada perdagangan hari ini, Kamis (16/4). Dikutip dari Bloomberg, mata uang garuda melemah hingga 140 poin menjadi Rp15.715 per USD.
Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengungkapkan, faktor eksternal menjadi dalang utama penyebab tertekannya nilai tukar Rupiah, karena Amerika Serikat (AS) baru saja merilis buruknya kinerja ekonomi akibat pandemi covid-19.
"Penjualan ritel atau jasa makanan AS pada Maret 2020 anjlok 8,7 persen, bahkan kinerja sektor manufaktur di New York minus 78,2 persen. Karena tidak ada pergerakan manusia (lockdown)," kata Ibrahim kepada Merdeka.com, Kamis (16/4).
Menurut Ibrahim, pelemahan nilai tukar Rupiah juga dipicu oleh pernyataan IMF yang memprediksi pelemahan ekonomi global pada tahun 2020, akibat sejumlah negara raksasa ekonomi dunia mengalami perlambatan ekonomi sejak wabah corona timbul. Walhasil pelaku pasar kompak mengalihkan investasinya dalam bentuk mata uang dolar AS.
"Wajar indeks Dolar AS menguat. Karena modal asing banyak yang keluar," terangnya.
Fundamental Ekonomi RI Kuat
Ibrahim justru mengatakan kondisi fundamental ekonomi Tanah Air terbilang membanggakan di tengah ancaman virus asal kota Wuhan tersebut. Hal ini dibuktikan oleh neraca perdagangan bulan Maret 2020 yang dilaporkan surplus.
Oleh karenanya pelaku pasar dalam negeri diimbau untuk tetap tenang dalam menyikapi pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS. Karena fluktuasi nilai tukar Rupiah masih dalam batas wajar di tengah ketidakpastian ekonomi dunia akibat pandemi covid-19.
(mdk/idr)