LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Menko Rizal paparkan bukti kalahnya pariwisata RI dari Malaysia

Menko Rizal Ramli ingin menjadikan Danau Toba sebagai Monaco-nya Asia.

2015-08-18 21:04:03
Kementerian Maritim
Advertisement

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli mengaku punya alasan kuat memfokuskan diri dalam pengembangan sektor pariwisata. Sektor pariwisata Indonesia terlampau jauh tertinggal dari Malaysia dan Thailand. Dia memaparkan buktinya.

"Kita hanya bisa menghasilkan devisa negara USD 10 miliar. Jauh tertinggal dari Malaysia yang sudah hasilkan USD 21 miliar dan Thailand itu USD 42 miliar," ujar Rizal di kantornya, Jakarta, Selasa (18/8).

Rizal menyebutkan, di Indonesia hanya tiga daerah yang menjadi pusat destinasi wisatawan internasional yaitu Bali, Jakarta dan Kepulauan Riau. Padahal daerah lain ju8ga punya potensi mengembangkan pariwisatanya. Pemerintah bakal membangun tujuh daerah wisata baru termasuk di dalamnya Labuan Bajo, Flores dan Danau Toba.

Advertisement

"Kita ingin buat Danau Toba jadi Monaco-nya Asia. Monaco itu kecil pinggir pantai tapi turisnya banyak," kata dia.

Saat ditanya strategi untuk mewujudkan mimpi menjadi negara wisata, Menko Rizal menyebut bekerja sama dengan pihak keamanan. Tujuannya, membuat turis merasa aman dan nyaman. Strategi lain, meminta perusahaan BUMN mengembangkan daerah wisata seperti membangun bandara.

"Kami akan ajak BUMN dan private sector kalau enggak kita mimpi doang. Misalnya satu daerah wisata kita kembangkan. Nanti kita panggil yang besar-besar," jelas dia.

Advertisement

Di tempat sama, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengaku optimis sektor pariwisata Indonesia dapat berkembang. Asalkan ada dukungan anggaran untuk promosi.

"Anggaran promosi kita sangat kecil tahun ini hanya Rp 300 miliar. Di 2016 kita sudah minta anggaran sebesar Rp 1,3 triliun. Anggaran itu sepertiga dari anggaran kita sebesar Rp 4 triliun. Kita mempromosikan lebih banyak destinasi. Untuk mendapatkan devisa 100 persen kita perlu cost. Itu sudah dipahami," kata Arief.

Baca juga:
Rizal Ramli: Kok bisa wisata Indonesia kalah dari Malaysia?
Pada 2019, Kemenpar target wisata bahari sumbang devisa USD 4 miliar
Dubes Australia minta warganya tak perlu takut ke Indonesia
Wisata 'rafting' tak berizin marak di Bogor
Pengusaha tercekik target tinggi pajak pemerintah
Bawa turis asing ke RI, maskapai dapat diskon tarif parkir pesawat
Pengusaha & artis doyan rapat di gerbong kereta wisata puluhan juta

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.