Menko Luhut setuju pembatasan impor Ferarri Cs
Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, mendukung pembatasan impor mobil mewah. Hal itu dicetuskan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla sebagai salah satu cara menekan defisit transaksi berjalan. Menko Luhut menyatakan aturan tersebut didasarkan pada kepentingan nasional.
Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, mendukung pembatasan impor mobil mewah. Hal itu dicetuskan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla sebagai salah satu cara menekan defisit transaksi berjalan.
"Kalau Pak JK (Wakil Presiden) bilang gitu saya dukung saja. Kalau demi kepentingan nasional, apapun kita lakukan karena kalau negara butuh Dolar ya lakukan," kata Menko Luhut saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Jumat (3/8).
Menko Luhut menyatakan aturan tersebut didasarkan pada kepentingan nasional. "Kepentingan nasional kita pegang. Karena Presiden sudah bilang negara butuh dolar kan. Kita sudah lama terlalu senang impor," ujarnya.
Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, cara mudah menekan defisit transaksi berjalan dengan menaikkan ekspor dan mengurangi impor. Hal ini dalam rangka menyikapi potensi terjadinya defisit transaksi berjalan yang diakibatkan pelemahan nilai tukar rupiah dalam beberapa waktu belakangan.
"Kita sekarang berusaha misalnya mengurangi luxuries, proyek infratstruktur itu komponennya jangan diimpor semua. Yang banyak itu listrik itu banyak komponen impornya hampir seluruhnya. Ini akan diklasifikasikan untuk mengurangi impornya," jelasnya.
"Saya malah mengusulkan sudah kita hentikan impor mobil yang di atas 3000 cc. Tak usah impor Ferrari, tak usah impor Lamborghini, contohnya macam-macam. Itu supaya mengurangi faktor-faktor impor tadi," dia menambahkan.
Baca juga:
Atasi defisit transaksi berjalan, Wapres JK usul setop impor Ferrari Cs
Saran untuk pemerintah jika ingin perbaiki defisit transaksi berjalan dari batubara
Pemerintah diminta tingkatkan diplomasi dagang persempit transaksi berjalan
Pencabutan harga DMO batubara tak signifikan perbaiki defisit transaksi berjalan
BI proyeksi defisit transaksi berjalan 2018 capai USD 25 miliar
Bank Indonesia prediksi defisit transaksi berjalan 2018 sesuai batas target 3 persen
Bos BI perbarui prediksi surplus neraca perdagangan Juni tembus USD 1 miliar