LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Menko Darmin: Pemangkasan Pertumbuhan Ekonomi oleh Bank Dunia Tak berpengaruh ke RI

Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan koreksi pertumbuhan ekonomi dunia oleh Bank Dunia tidak akan mempengaruhi Indonesia secara langsung.

2019-06-05 14:52:45
Darmin Nasution
Advertisement

Bank Dunia (World Bank) baru saja merevisi target pertumbuhan ekonomi global menjadi 2,6 persen. Angka tersebut turun 0,3 persen dari proyeksi semula sebesar 2,9 persen.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan koreksi pertumbuhan ekonomi dunia oleh Bank Dunia tidak akan mempengaruhi Indonesia secara langsung.

"Hal ini karena AS dan China yang tidak bisa ditebak. Jadi banyak orang jadi pesimis. Namun bagaimana dampaknya? Dampak negatif pada ekonomi kita pasti ada, namun tidak langsung dalam skala besar tapi ada," jelasnya saat mengadakan press conference di kediaman dinasnya di Jalan Widya Chandra IV Nomor 17, Jakarta Selatan, Rabu (5/6).

Advertisement

Namun demikian, Darmin percaya bahwa ekonomi dunia memang akan melambat yang dipicu perang dagang antara AS dan China. Sebab, kondisi ini akan mempengaruhi ekspor Indonesia.

Darmin mengatakan, perekonomian Indonesia masih terbilang aman meskipun sedikit mengalami gangguan karena masih ada faktor lain yang membuatnya terjaga, salah satunya yaitu meningkatnya peringkat kredit utang jangka panjang Indonesia dari BBB- menjadi BBB oleh S&P global rating.

"Nah kalau saya bilang tadi ekonomi kita masih relatif oke karena ada faktor-faktor lain. Lihat itu saja S&P. Meskipun perekonomian global melambat dan Indonesia juga kena imbas, tapi karena ada faktor lain jadi masih ada investor yang tetap berinvestasi, banyak yang mau," tandasnya.

Advertisement

Sebelumnya, lembaga pemeringkat internasional Standard and Poor's/ S&P global rating menaikkan peringkat kredit utang jangka panjang Indonesia atau sovereign credit rating Indonesia dari BBB- menjadi BBB dengan outlook atau prospek stabil pada Jumat (31/5).

Selain itu, S&P juga menaikkan peringkat utang Indonesia jangka pendek menjadi A-2 dari A-3. Kenaikan peringkat tersebut mencerminkan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat dan dinamika kebijakan yang mendukung.

Reporter; Ayu Lestari Wahyu Puranidhi

Sumber: Liputan6.com

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.