LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Menkeu: Keputusan bank sentral Amerika jadi sentimen negatif di RI

"Akan terus terjadi spekulasi antara mata uang dolar dengan semua mata uang negara dunia."

2015-09-18 15:27:01
Ekonomi Indonesia
Advertisement

Bank sentral Amerika Serikat atau secara informal disebut The Fed memutuskan tidak akan menaikkan suku bunga acuan. Keputusan ini dinilai akan memberi sentimen negatif pada perekonomian Indonesia.

Hal tersebut diakui Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (18/9).

"Belum adanya kenaikan tingkat bunga Amerika Serikat (AS), yang terus terjadi spekulasi antara mata uang dolar dengan semua mata uang negara dunia. Khususnya bagi negara berkembang (emerging market), termasuk Indonesia," ujar Bambang.

Advertisement

Bambang menduga, langkah The Fed ini dikarenakan perekonomian Amerika Serikat masih bergejolak. ‎Untuk itu pemerintah tetap melakukan kerjasama dengan Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), maupun otoritas terkait untuk tetap menjaga pasar keuangan nasional.

"Kami akan tetap menjaga stabilitas ekonomi dan stabilitas keuangan. Agar kita bisa melewati masa-masa yang tidak mudah dan penuh dengan ketidakpastian. Sambil kita melihat arah kebijakan The Fed," terangnya.

Bambang mengungkapkan, The Fed akan menaikkan suku bunga acuannya bilamana kondisi ekonomi Amerika Serikat mulai berangsur membaik. Jika kondisi ini benar terjadi maka kondisi perekonomian Indonesia akan berdampak positif.

Advertisement

"Sinyal utamanya, kalau ekonomi AS membaik, artinya ekonomi China dan negara terkait AS juga akan membaik. Ekonomi China membaik itu akan punya nilai positif bagi Indonesia," tutupnya.

Seperti diketahui, Bank Sentral Amerika Serikat belum akan menaikkan tingkat suku bunga acuannya. Dalam menentukan kenaikan, The Fed akan mematok pada sejumlah instrumen ekonomi.

Saat ini, sebanyak 17 pejabat The Fed mengharapkan ekonomi Amerika Serikat bisa tumbuh sebesar 2,1 persen tahun ini, sedikit lebih besar dari proyeksi yang ditetapkan sebelumnya. Namun, diperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun depan dan tahun 2017 akan diturunkan.

The Fed pun menjadwalkan pertemuan kembali pada bulan Oktober dan Desember 2015 mendatang. Kenaikan suku bunga diprediksi akan dilakukan pada akhir tahun ini berdasarkan resiko global dan faktor ekonomi lainnya.

Baca juga:
Menanti hasil pertemuan The Fed, IHSG bakal kembali bergerak melemah
Bank Mandiri prediksi kenaikan The Fed Rate pada akhir 2015
The Fed tunda kenaikan suku bunga, IHSG diprediksi terus cetak rekor
BI berharap The Fed segera naikkan tingkat bunga
Menko Darmin: Kenaikan suku bunga The Fed jangan dianggap momok

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.