LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Mendag soal Naikkan DMO 30 Persen: Kita Bisa Dikte Pasar Dunia

"Ketika saya kemarin umumkan domestic market obligation (DMO) naik lagi menjadi 30 persen, harga CPO di-suspend dua kali di stock exchange," ungkap Mendag Lutfi.

2022-03-10 13:00:00
Kemendag
Advertisement

Menteri Perdagangan (Mendag), Muhammad Lutfi telah menaikkan batas kewajiban pasokan dalam negeri, atau domestic market obligation (DMO) untuk produk minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) sebesar 30 persen. Ketentuan tersebut mulai berlaku efektif Kamis (10/3) hari ini.

Kebijakan tersebut diambil untuk mengatasi kelangkaan minyak goreng di pasar nasional. Sebab sebelumnya, dengan besaran DMO 20 persen, stok CPO sebagai bahan baku minyak goreng belum bisa mengendalikan sistem distribusi.

Di samping mengendalikan distribusi minyak goreng, Mendag Lutfi menilai, aturan DMO ini bisa dijadikan bonus terhadap Indonesia atas kenaikan harga komoditas di dunia.

Advertisement

Berdasarkan pengalaman dari pada DMO CPO selama beberapa pekan terakhir, dia mengklaim Indonesia bisa mengatur pasar dunia.

"Ketika saya kemarin umumkan domestic market obligation (DMO) naik lagi menjadi 30 persen, harga CPO di-suspend dua kali di stock exchange," ungkap Mendag Lutfi dalam rapat kerja Kementerian Perdagangan 2022, Kamis (10/3).

"Kenapa? Karena naik 10 persen lagi di-suspend, naik 10 persen lagi di-suspend. Jadi ini menunjukkan bahwa kita bisa mendikte dunia," seru dia.

Advertisement

Kendalikan Harga Komoditas Tambang

Tak hanya CPO, dia menambahkan, Indonesia di masa mendatang juga bisa turut mengendalikan harga komoditas tambang dunia seperti nikel. Optimisme ini sejalan dengan program pemerintah, yang menekankan ekspor barang jadi ketimbang bahan mentah.

"Mudah-mudahan diikuti oleh bauksit, alumunium, dan juga copper dan bahan-bahan turunan yang akan jadi penting di masa mendatang," imbuhnya.

"Oleh sebab itu, kita mesti memastikan bahwa barang-barang Indonesia menjadi bagian dari pilar perekonomian dunia. Tetapi bukan kita ditentukan oleh dunia. Ini harus kita pikirkan bersama-sama," pungkas Mendag Lutfi.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.