Lewat JISTE, Indonesia genjot ekspor perikanan ke Jepang
Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Rifky Effendi Hardijanto mengatakan, Indonesia akan memanfaatkan peluang pasar Jepang yang masih terbuka dengan memperbaiki suplai di dalam negeri dalam kaitannya dengan logistik dan mutu produk.
Indonesia kembali ikut serta dalam ajang Japan International Seafood and Technology Expo (JISTE) 2018 di Tokyo Big Sight, Jepang. Melalui ajang ini diharapkan ekspor produk perikanan ke Jepang bisa meningkat.
Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Rifky Effendi Hardijanto mengatakan, Indonesia akan memanfaatkan peluang pasar Jepang yang masih terbuka dengan memperbaiki suplai di dalam negeri dalam kaitannya dengan logistik dan mutu produk.
"Ini kedua kalinya ikut JISTE, dan ini peluang besar kita memanfaatkan pasar di Jepang," ujar dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (26/8).
Dia menuturkan, Jepang merupakan mitra dagang yang penting sebagai negara tujuan ekspor produk perikanan Indonesia setelah AS dengan nilai USD 672,44 juta atau 14,86 persen dari total nilai ekspor perikanan Indonesia di 2017.
Komoditas ekspor utama Indonesia ke Jepang yaitu udang dengan nilai ekspor USD 347,95 juta, tuna cakalang dan tongkol USD 141,58 juta, rajungan, kepiting USD 28,52 juta, dan cumi-sotong-gurita USD 8,45 juta.
Dalam JISTE, Indonesia mengikutsertakan delapan eksportir yang bergabung dalam Paviliun Indonesia seluas 80 m2 di East Hall 5,6 Booth Nomor B-66 .
Paviliun Indonesia menampilkan masakan produk unggulan udang putih (Penaeus merguiensis) dan dilakukan perbandingan uji rasa oleh pengunjung dengan produk udang windu (Penaeus monodon) dan udang vanname (Litopenaeus vannamei).
"Upaya ini bertujuan untuk mengenalkan udang putih yang sedang dikembangkan Indonesia untuk membuka peluang baru dalam mengisi pasar udang internasional," kata Rifky.
Di sela-sela acara pameran juga dilaksanakan penandatanganan kontrak penjualan antara PT Perikanan Nusantara (Perinus) dan Perum Perikanan Indonesia (Perindo) dengan buyers Jepang.
Penandatanganan kontrak antara PT Perinus dilakukan dengan 2 buyers baru yaitu Kenndo Management Co. Ltd., dan Food Trading Industry Japan Co. Ltd. dengan nilai kontrak sebesar USD 21,75 juta untuk suplai 1.500 ton fresh tuna per tahun.
Selain itu juga pembaharuan kontrak penjualan dengan Ajirushi Company senilai USD 11,25 juta untuk suplai 1.500 ton produk frozen octopus per tahun.
Sementara itu, Perum Perikanan Indonesia (Perindo) menandatangani kontrak penjualan denganbuyers baru yaitu dengan Mushasi Co. Ltd. dengan nilai kontrak USD 3,30 juta untuk suplai 600 ton produk frozen tuna loin skinless.
JISTE merupakan pameran seafood terbesar di Jepang diikuti oleh 822 exhibitor berasal dari 20 negara dengan sekitar 1.400 booth. Pameran ini dihadiri oleh industri ritel, food services, trading, wholesaler, distributor dan food processing dari seluruh wilayah Jepang dan sekitarnya.
Baca juga:
Ikan dari ratusan keramba di Danau Toba tiba-tiba mati
Kematian ikan di Danau Toba diduga akibat limbah naik ke permukaan
BKIPM tegaskan pemusnahan ikan berbahaya penuhi unsur kehewanan
Perinus operasikan unit pengelolaan ikan di Kepulauan Talaud
Jepang hibahkan Rp 323,2 M bangun pelabuhan dan pasar ikan di 6 pulau terluar