Konsumsi BBM subsidi tahun ini berpotensi tembus 49 juta kl
Perkiraan konsumsi tersebut tiga juta kl di atas kuota APBN 2013 yang ditetapkan sebesar 46,01 juta kl.
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memperkirakan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) subsidi pada 2013 bisa menembus 49 juta kiloliter (kl). BPH Migas mendorong penerapan langkah optimalisasi penghematan dengan menggunakan teknologi (IT) dan Peraturan Menteri nomor 1 tahun 2013 tentang pelarangan kendaraan dinas pemerintah BUMN, BUMD, kendaraan dinas perkebunan dan pertambangan untuk memakai bahan bakar minyak (BBM) subsidi.
Kepala BPH Migas Andy Noorsaman Sommeng mengatakan, perkiraan konsumsi tersebut tiga juta kl di atas kuota APBN 2013 yang ditetapkan sebesar 46,01 juta kl.
"Sesuai skenario 'business as usual' atau tanpa optimalisasi, maka konsumsi bisa 49 juta kl," ujar dia dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII di Gedung DPR, Jakarta Selasa (12/2).
Namun, kata Andy, apabila dilakukan optimalisasi, maka konsumsi BBM subsidi bisa sesuai target APBN. Skenario "business as usual" itu berdasarkan data realisasi konsumsi BBM subsidi dalam tiga tahun terakhir. Pada 2012, konsumsi BBM subsidi 3,02 juta kl di atas 2011 sebesar 41,76 juta kl, lalu realisasi 2011 sebesar 3,5 juta kl di atas 2010 sebesar 38,26 juta kl.
"Realisasi konsumsi bahan bakar minyak nasional pada 2012 mencapai 75,07 juta kl. volume konsumsi itu terdiri atas BBM subsidi 45,07 juta kl dan nonsubsidi 30 juta kl. Konsumsi BBM 2012 naik 4,95 persen dibandingkan 2011 sebesar 71,526 juta kl," tegas dia.
Sementara itu, Direktur BBM BPH Migas Djoko Siswanto mengatakan apabila dilakukan langkah penghematan tersebut maka konsumsi BBM subsidi diperkirakan hanya akan mencapai 47 juta kl. Namun, konsumsi tersebut tetap akan melampaui kouta BBM subsidi dalam APBN 2013 sebanyak 46,01 juta kl.
"Kalau dengan penghematan konsumsinya mencapai 47 juta kl," kata dia.
(mdk/noe)