Kekhawatiran pemerintah di balik turunnya harga minyak dunia
Kementerian ESDM minta kontraktor tak tunda garap blok migas.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM I Gusti Nyoman Wiratmaja meminta perusahaan hulu migas tidak menunda rencana kerja untuk menggarap blok migas meskipun harga minyak dunia tengah mengalami tren penurunan.
Alasannya, jika Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) menunda proyek maka berimbas pada penurunan penggunaan produk dan jasa dalam negeri.
"Harga minyak lagi turun, kita berharap investor dunia oil and gas ini projectnya tidak ditunda," ujar dia dalam coffee morning di kantornya, Jakarta, Rabu (25/2).
Dia melihat KKKS belum menunjukkan niat menunda proyek yang sudah direncanakan. Munculnya kekhawatiran penundaan pengarapan proyek karena biaya produksi lebih besar dari harga minyak dunia.
"Tentu kita khawatir karena penurunan harga minyak ada project yang dihold oleh KKKS, kalau project tidak hold tetap," tegas dia.
Wajar saja jika ESDM khawatir mengingat saat ini pemerintah tengah menggenjot penggunaan produk dan jasa dalam negeri pada industri migas. Jika kontraktor menghentikan sementara pengarapan blok migas, ada kemungkinan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) tahun ini turun. Padahal tahun lalu yang tercatat sudah mencapai 56 persen.
Untuk menggenjot TKDN di sektor migas, pemerintah telah memberikan insentif. Salah satunya pengurangan pajak. Di sisi lain, pemerintah juga memberikan sanksi jika KKKS tidak mematuhi aturan pemerintah tersebut.
"Insentifnya kalau pakai TKDN disamping penghargaan, banyak insentifnya dalam bentuk kemudahan pajak. Sanksinya harusnya TKDN sekian ternyata tidak dilakukan yaitu pertama teguran, kedua sanksi administratif," ucapnya.
Baca juga:
Kementerian ESDM sebut banyak trader gas hanya bermodal kertas
Pertamina belum tentu 'jadi penguasa' tunggal Blok Mahakam
Industri migas sulit bebas dari cengkeraman asing
Menteri Sudirman: Ibarat main bola, kita baru bekerja 9 menit
ESDM duga kelangkaan elpiji 3 Kg karena agen nakal
Impor 2 juta barel minyak, Pertamina bungkam soal harga